Donald Trump Presiden Amerika Serikat menegaskan, pemerintah AS akan tetap mempertahankan blokade angkatan laut terhadap pelabuhan-pelabuhan Iran hingga tercapai kesepakatan damai resmi dengan Teheran.
Pernyataan tersebut disampaikan Trump melalui akun Truth Social pada Minggu (24/5/2026), di tengah berlanjutnya negosiasi antara Washington dan Iran yang dimediasi oleh Pakistan.
“Blokade akan tetap berlaku sepenuhnya hingga kesepakatan tercapai, disahkan, dan ditandatangani. Kedua belah pihak harus meluangkan waktu dan melakukannya dengan benar. Tidak boleh ada kesalahan,” tulis Trump.
Dilansir dari Antara, Trump menyebut bahwa proses perundingan antara kedua negara berlangsung dalam suasana yang kondusif dan konstruktif.
“Perundingan berlangsung secara tertib dan konstruktif,” ujarnya.
Meski optimistis terhadap peluang tercapainya perdamaian, Trump menegaskan pihaknya tidak ingin terburu-buru menyelesaikan kesepakatan.
“Saya telah memberi tahu perwakilan saya untuk tidak terburu-buru mencapai kesepakatan karena waktu ada di pihak kita,” katanya.
Sebelumnya, pada Sabtu (23/5/2026), Trump menyatakan bahwa kesepakatan damai antara Amerika Serikat dan Iran pada dasarnya telah dirundingkan dan hanya tinggal menunggu tahap finalisasi.
Ketegangan di kawasan Timur Tengah meningkat tajam sejak Amerika Serikat dan Israel melancarkan serangan terhadap Iran pada Februari lalu.
Situasi tersebut memicu respons balasan dari Teheran yang menyerang target Israel serta sekutu AS di kawasan Teluk.
Iran juga sempat menutup Selat Hormuz, jalur pelayaran strategis dunia yang menjadi lintasan utama distribusi minyak global. Penutupan jalur tersebut sempat memicu kekhawatiran pasar internasional terkait stabilitas pasokan energi dunia.
Upaya penghentian konflik mulai menemukan titik terang setelah gencatan senjata diberlakukan pada 8 April 2026 melalui mediasi Pakistan. Kesepakatan penghentian sementara konflik itu kemudian diperpanjang tanpa batas waktu oleh pemerintahan Trump. (ant/mar/saf/iss)




