Bisnis.com, JAKARTA - Melakukan salat Iduladha sendiri (munfarid) di rumah diperbolehkan dalam Islam.
Adapun tata cara dan jumlah rakaatnya sama seperti melakukan salat berjamaah, namun dilakukan tanpa azan, iqamah, dan tanpa khutbah.
Syarat melakukan salat Iduladha sendiri di rumah yakni salat tersebut harus dilaksanakan sebelum waktu dzuhur tiba pada hari ke-10 Dzulhijjah.
Niat Salat Iduladhaأُصَلِّيْ سُنَّةً لعِيْدِ اْلأَضْحَى رَكْعَتَيْنِ لِلّٰهِ تَعَـــالَى
Ushallî sunnatan li ‘îdil adlhâ rak'taini lillahi ta’ala
Artinya: “Aku berniat shalat sunnah Idul Adha dua rakaat karena Allah ta’ala.”
Baca Juga
- Stok Hewan Kurban Iduladha 2026 Surplus 891.000 Ekor, Kambing-Domba Melimpah
- Daftar Harga Tiket Pesawat Jelang Iduladha 2026 dan Long Weekend, Rute Favorit Mulai Naik
- Jelang Iduladha, Populasi Ternak di Jateng Sentuh 6,41 Juta Ekor
Niat tersebut biasanya dilakukan bersamaan dengan takbiratul ihram sebagaimana salat berjamaah biasa, yakni membaca takbir, allâhu akbar, sembari mengangkat tangannya.
Tata Cara Salat Iduladha Sendiri1. Membaca Niat
2. Membaca Doa Iftitah
3. Sebelum membaca Surat Al-Fatihah, salat ini dilanjutkan dengan membaca takbir dengan mengangkat tangan sebanyak tujuh kali untuk rakaat pertama. Di antara takbir-takbir itu dianjurkan membaca lafal berikut
اللهُ أَكْبَرُ كَبِيرًا، وَالْحَمْدُ لِلّٰهِ كَثِيرًا، وَسُبْحَانَ اللهِ بُكْرَةً وَأَصِيلًا
Allahu akbar kabira walhamdu lilahi katsira wa subhanallahi bukratan wa ashila
Artinya: “Allah Mahabesar dengan segala kebesaran, segala puji bagi Allah dengan pujian yang banyak, Mahasuci Allah, baik waktu pagi dan petang.”
Atau boleh juga membaca:
سُبْحَانَ اللهِ وَالْحَمْدُ لِلّٰهِ وَلاَ إِلَهَ إِلاَّ اللهُ وَاللهُ أَكْبَرُ
Subhanallah wal hamdu lillah wa laa ilaha illallah wallahu akbar
Artinya: “Mahasuci Allah, segala puji bagi Allah, tiada tuhan selain Allah, Allah Mahabesar.”
4. Membaca surat Al-Fatihah
5. Dianjurkan membaca surat Al-A'la
6. Ruku' dan thuma’ninah, dilanjutkan dengan membaca tasbih tiga kali
سُبْحَانَ رَبِّي الْعَظِيمِ وَبِحَمْدِهِ
Subhāna rabbiyal ‘azhīmi wa bi hamdih
7. I’tidal, thuma’ninah, dan membaca kalimat berikut
رَبَّنَا لَك الْحَمْدُ مِلْءَ السَّمَوَاتِ وَمِلْءَ الْأَرْضِ وَمِلْءَ مَا شِئْت مِنْ شَيْءٍ بَعْدُ
Rabbanā lakal hamdu mil’as samāwāti wa mil’al ardhi wa mil’a mā syi’ta min syay’in ba‘du
8. Sujud, thuma’ninah, dan membaca tasbih tiga kali
سُبْحَانَ رَبِّي الأَعْلَى وَبِحَمْدِهِ
Subhāna rabbiyal a‘lā wa bi hamdih
9. Duduk di antara dua sujud dan membaca kalimat berikut:
رَبِّ اغْفِرْ لِي وَارْحَمْنِي وَاجْبُرْنِي وَارْفَعْنِي وَارْزُقْنِي وَاهْدِنِي وَعَافِنِي وَاعْفُ عَنِّي
Rabbighfir lī, warhamnī, wajburnī, warfa‘nī, warzuqnī, wahdinī, wa ‘āfinī, wa‘fu ‘annī
10. Sujud lagi dan membaca tasbih tiga kali sebagaimana sebelumnya
11. Berdiri untuk rakaat kedua
rakaat kedua...





