Tayangan tersebut menarik perhatian publik karena tim pembongkar menggunakan berbagai alat berat seperti gerinda tangan, linggis, gergaji listrik hingga palu untuk membuka paket baterai kendaraan listrik BYD.
Dikutip dari Carnewschina, livestream tersebut berlangsung sekitar enam hingga delapan jam sebelum tim berhasil mengakses sel baterai di dalam pack. Proses pembongkaran ini muncul setelah ramainya perbincangan di media sosial China terkait teknologi flash charging BYD dan suhu baterai saat pengisian daya cepat berkecepatan tinggi.
Diskusi mengenai sistem pengisian cepat BYD sebelumnya ramai dibahas setelah sejumlah pengujian livestream memperlihatkan performa pengisian daya baterai kendaraan listrik terbaru perusahaan tersebut.
Berdasarkan potongan video dan tangkapan layar yang beredar di media sosial China, tim teardown mencoba membuka baterai menggunakan berbagai alat berat secara bertahap. Sejumlah pengguna media sosial menyebut proses tersebut sebagai 'violent teardown' atau pembongkaran ekstrem karena metode yang digunakan dinilai agresif dan memakan waktu lama. Baca Juga:
Cara Cek Oli Mobil dengan Dipstick yang Benar
Selama proses pembongkaran berlangsung, penonton livestream melaporkan tidak terlihat adanya asap maupun api meskipun baterai mendapatkan benturan berulang dan proses pemotongan menggunakan alat listrik.
Perhatian publik dalam livestream tersebut banyak tertuju pada kekuatan struktur baterai Blade generasi kedua. Diskusi di media sosial menyoroti metode penyegelan pack baterai, material thermal, hingga penguatan struktur yang dinilai cukup solid.
Tim pembongkar disebut hanya menemukan beberapa catatan kecil terkait kualitas pengerjaan, seperti aplikasi perekat yang dinilai tidak merata pada beberapa bagian baterai.
Namun, livestream tersebut juga menuai kritik dari sejumlah pengamat otomotif di China. Mereka mempertanyakan standar profesionalisme dan prosedur keselamatan yang diterapkan selama proses pembongkaran berlangsung.
Beberapa pihak menyoroti tidak terlihatnya alat pemadam kebakaran maupun perlengkapan pelindung berinsulasi yang digunakan oleh tim pembongkar selama livestream berlangsung. Baca Juga:
Spesifikasi Chery Q, Tawarkan Fleksibilitas Compact EV
Di sisi lain, BYD sebelumnya juga dikabarkan mengakui adanya keterbatasan pasokan baterai seiring meningkatnya permintaan kendaraan listrik dengan teknologi flash charging.
Livestream pembongkaran ini turut menyoroti model Fang Cheng Bao Ti3 yang menggunakan baterai Blade generasi kedua. SUV listrik kompak bergaya off-road tersebut dipasarkan mulai 153.800 yuan atau sekitar Rp340 jutaan.
Model tersebut mendukung teknologi pengisian cepat yang diklaim mampu mengisi daya dari 10 persen ke 70 persen hanya dalam waktu sekitar lima menit. Sementara pengisian hampir penuh disebut dapat dilakukan dalam waktu sekitar sembilan menit pada kondisi ideal.
Cek Berita dan Artikel yang lain di
Google News
(UDA)




