Harga minyak mentah Amerika Serikat ditutup naik pada penutupan perdagangan Jumat (22/5). Investor khawatir Amerika Serikat dan Iran tidak akan mampu mencapai kesepakatan damai. Meski demikian, harga mingguan tercatat menurun.
Dikutip dari Reuters pada Senin (25/5), harga minyak mentah Brent ditutup pada level USD 103,54 per barel, naik 96 sen atau 0,94 persen. Sementara itu, kontrak berjangka minyak mentah West Texas Intermediate (WTI) AS ditutup di USD 96,60 per barel, naik 25 sen atau 0,26 persen.
Secara mingguan, Brent turun 5,48 persen dan WTI melemah 8,37 persen dengan harga bergerak volatil seiring berubah-ubahnya ekspektasi terhadap kemungkinan tercapainya kesepakatan damai antara Iran dan AS.
“Kami mendapat begitu banyak berita yang saling bertolak belakang, sehingga sulit untuk mengikuti perkembangannya. Cerita sekarang adalah Iran akan menyerahkan uranium sebagai imbalan atas pencabutan sanksi. Tetapi mereka terus mengubah kabar itu bahkan sebelum tinta di surat kabar mengering,” ujar Phil Flynn, analis senior di Price Futures Group.
CPODikutip dari laman resmi Barchart, harga CPO untuk kontrak Juli mengalami kenaikan 0,68 persen. Dengan begitu, harga CPO berada di level MYR 4.463 per ton.
Batu BaraSementara itu harga batu bara berjangka Newcastle justru mengalami pelemahan. Berdasarkan data dari Barchart, harga batu bara untuk kontrak Juli naik 0,64 persen ke level USD 139,85 per ton.
NikelHarga nikel mengalami kenaikan. Berdasarkan data dari London Metal Exchange, harga nikel naik 0,99 persen ke level USD 18.913 per ton.
TimahHarga timah juga naik 1,74 persen. Berdasarkan data dari London Metal Exchange saat ini harga timah ada pada level USD 54.174 per ton.





