Surabaya (beritajatim.com) – National Hospital meresmikan layanan Hip and Knee Center sekaligus meluncurkan program Rapid Recovery Knee Surgery untuk mempercepat pemulihan pasien operasi penggantian sendi lutut.
Program tersebut memungkinkan pasien menjalani rawat inap lebih singkat dibanding prosedur konvensional yang selama ini membutuhkan waktu beberapa hari.
CEO National Hospital, Ang Hoey Tiong mengatakan layanan tersebut menggabungkan teknik bedah ortopedi modern, metode minimal invasive, hingga protokol Enhanced Recovery After Surgery (ERAS). Langkah tersebut diharapkan mampu meningkatkan kenyamanan pasien sekaligus mempercepat proses pemulihan pascaoperasi.
“Kami menggabungkan teknik bedah ortopedi terkini, teknik minimal invasive, protokol ERAS, serta teknologi medis modern,” ujar dia, Senin (25/5/2026).
Dokter spesialis ortopedi National Hospital, Glen Purnomo, menjelaskan pasien operasi lutut kini tidak lagi harus menjalani rawat inap terlalu lama. Melalui program tersebut, pasien bahkan dapat berjalan dalam hitungan jam setelah operasi dilakukan.
“Sekarang pasien hanya perlu rawat inap semalam setelah operasi. Bahkan dalam beberapa kasus, pasien bisa langsung pulang di hari yang sama,” katanya.
Dia mengatakan percepatan pemulihan dilakukan melalui kolaborasi lintas disiplin mulai dokter bedah, dokter anestesi, fisioterapis, hingga perawat khusus. Sebelum operasi dilakukan, kondisi pasien juga dioptimalisasi terlebih dahulu agar proses pemulihan berjalan lebih baik.
“Karena nyerinya bisa ditekan, pasien tidak perlu terpasang kateter dan bisa langsung berdiri serta berjalan dalam hitungan jam setelah operasi,” ujarnya.
National Hospital menyebut tren penyakit pengapuran sendi atau osteoarthritis terus meningkat seiring perubahan gaya hidup masyarakat yang kurang aktif bergerak. Kondisi tersebut menyebabkan otot melemah sehingga beban tubuh lebih banyak bertumpu pada sendi lutut.
“Banyak yang berat badannya berlebih dan kurang aktif bergerak. Ini menyebabkan otot melemah sehingga beban bertumpu berat pada sendi lutut,” kata dr Glen.
Meski demikian, dia menegaskan operasi penggantian sendi tetap menjadi pilihan terakhir setelah terapi nonoperatif tidak lagi efektif. Penanganan awal biasanya dilakukan melalui penurunan berat badan, latihan fisik, fisioterapi, hingga terapi injeksi.
“Kalau kualitas hidup pasien sudah sangat menurun, opsi terbaiknya adalah knee replacement,” pungkasnya.[asg/ted]


:strip_icc()/kly-media-production/medias/6909757/original/058969100_1779680261-InShot_20260525_085111536.jpg)

