Nilai tukar rupiah dibuka menguat terhadap dolar Amerika Serikat (AS) pada perdagangan Senin (25/5). Dilansir dari Bloomberg, pada awal pekan ini mata uang garuda menguat di level Rp 17.688 per dolar AS.
Meski begitul pukul 09.32 rupiah justru melemah, berada di level Rp 17.714 per dolar AS. Adapun pada perdagangan sebelumnya rupiah ditutup di level Rp 17.717 per dolar Amerika Serikat (AS). Ini membuat rupiah melemah 0,28% dibanding penutupan hari sebelumnya yang berada di Rp 17.667 per dolar AS.
Analis Doo Financial Lukman Leong Lukman Leong mengatakan nilai tukar rupiah diperkirakan berpotensi menguat terhadap dolar Amerika Serikat (AS) pada perdagangan hari ini seiring meningkatnya harapan perdamaian di Timur Tengah yang turut menekan harga minyak mentah dunia.
Menurutnya sentimen positif datang setelah Presiden AS Donald Trump menyebut perundingan dengan Iran berjalan secara “konstruktif”.
“Rupiah diperkirakan menguat terhadap dolar AS oleh harapan perdamaian di Timur Tengah dan harga minyak mentah dunia yang turun merespons pernyataan Trump yang mengatakan bahwa perundingan dengan Iran berjalan secara konstruktif,” ujar Lukman kepada Katadata, Senin (25/5).
Meredanya tensi geopolitik dinilai mendorong sentimen risk-on di pasar global sehingga mengurangi permintaan terhadap aset safe haven seperti dolar AS.
Selain itu, penurunan harga minyak mentah dunia juga menjadi sentimen positif bagi rupiah karena dapat mengurangi tekanan terhadap impor energi Indonesia dan memperbaiki persepsi pasar terhadap stabilitas eksternal nasional.
Lukman memperkirakan rupiah akan bergerak dalam kisaran Rp 17.600 hingga Rp 17.750 per dolar AS pada perdagangan hari ini.




