Amerika Serikat (AS) menolak sejumlah klausul dalam nota kesepahaman (memorandum of understanding/MoU) potensial dengan Iran terkait pengakhiran perang.
Pada Minggu (25/5/2026), Kantor Berita Tasnim melaporkan AS dengan Iran telah menggelar pembicaraan untuk membahas nota kesepahaman damai terkait pengakhiran perang.
Meskipun demikian, AS dikabarkan masih menolak sejumlah poin, termasuk mengenai pencairan aset-aset Iran yang dibekukan.
Bahkan, dikabarkan Tasnim bahwa nota kesepahaman tersebut bisa saja dibatalkan. Namunz Iran menegaskan, pihaknya tidak akan mundur dari garis merah dalam melindungi hak rakyat mereka.
Sebelum itu, pada Sabtu (23/5/2026), Esmaeil Baghaei juru bicara Kementerian Luar Negeri Iran mengatakan kepada stasiun televisi IRIB, Iran dan AS sedang berupaya merampungkan nota kesepahaman untuk mengakhiri perang.
“Pada tahap ini, fokus kami adalah mengakhiri perang yang diberlakukan. Tujuan kami adalah terlebih dahulu menyepakati nota kesepahaman yang terdiri atas 14 klausul,” katanya dikutip dari Antara.
Dalam kesempatan itu, dia juga menyerukan Iran dan As diprediksi mencapai kesepakatan final dalam kurun waktu 30 hingga 60 hari.
Dia menjelaskan, di antara isu utama yang akan dibahas dalam nota kesepahaman itu adalah penghentian serangan maritim AS atau blokade angkatan laut sebagaimana mereka menyebutnya, serta persoalan lain terkait pencairan aset Iran yang dibekukan.
Untuk diketahui, Iran, AS, dan Israel mencapai gencatan senjata pada 8 April setelah 40 hari pertempuran yang dimulai dengan serangan AS dan Israel terhadap Iran pada 28 Februari.
Setelah gencatan senjata berlaku, delegasi Iran dan AS menggelar satu putaran perundingan damai di Islamabad, Pakistan, pada 11 dan 12 April, tetapi belum menghasilkan kesepakatan.(ant/mar/rid)




