Bos OJK Ungkap Jurus Perkuat Ekonomi Daerah di Tengah Krisis Global

bisnis.com
3 jam lalu
Cover Berita

Bisnis.com, JAKARTA — Ketua Dewan Komisioner Otoritas Jasa Keuangan (OJK) Friderica Widyasari Dewi menegaskan pentingnya penguatan peran sektor jasa keuangan dalam mendorong pertumbuhan ekonomi daerah di tengah ketidakpastian global.

Friderica mengatakan pertumbuhan ekonomi Indonesia yang mencapai 5,61% menjadi momentum penting untuk memperkuat sektor jasa keuangan sebagai akselerator pertumbuhan ekonomi daerah melalui pembiayaan yang lebih inklusif, produktif, dan tepat sasaran, khususnya pada sektor unggulan berbasis potensi lokal.

“Kita membutuhkan mesin-mesin pertumbuhan ekonomi yang baru, ditunjang dengan basis pembiayaan yang semakin dalam dan beragam, serta terus menjaga kepercayaan konsumen dan masyarakat,” ujar Friderica dalam acara Konferensi Nasional Pengembangan Daerah.

Dia menambahkan, sektor jasa keuangan tidak lagi hanya dipandang sebagai sarana investasi masyarakat, tetapi juga menjadi sumber pembiayaan jangka panjang untuk mendukung pertumbuhan ekonomi nasional.

OJK mencatat intermediasi sektor perbankan masih tumbuh positif. Kredit perbankan pada Maret 2026 tumbuh 9,49% secara tahunan menjadi Rp8.659 triliun, sementara dana pihak ketiga meningkat 13,5% menjadi Rp10.231 triliun. Di sektor lain, premi asuransi, aset dana pensiun, serta pembiayaan multifinance juga terus mencatat pertumbuhan dengan profil risiko yang tetap terjaga.

Menurut Friderica, OJK juga terus memperkuat berbagai program strategis untuk mendukung pertumbuhan ekonomi nasional. Salah satunya melalui penguatan ekosistem dan pembiayaan UMKM dengan pembentukan direktorat baru khusus pengembangan UMKM di OJK.

Baca Juga

  • Deposito dan Tabungan Valas Tumbuh Tinggi, OJK Nilai Tren Diversifikasi Aset Masih Wajar
  • Dukung Aturan Baru Parkir DHE SDA, OJK Guyur Insentif untuk Perbankan
  • OJK Catat Investasi Asuransi Syariah pada Maret 2026 Kontraksi Negatif Rp121,84 Miliar

Selain itu, OJK mendorong pendalaman pasar keuangan sebagai sumber pembiayaan pembangunan, termasuk pengembangan obligasi daerah untuk mendukung pembiayaan proyek-proyek strategis di daerah.

“Dengan target pertumbuhan ekonomi ke depan, kebutuhan pembiayaan Indonesia sangat besar dan tidak bisa hanya disupport sektor perbankan. Karena itu sumber pembiayaan lain seperti pasar modal juga harus diperkuat,” katanya. 

Friderica juga menyoroti pentingnya pengembangan ekonomi hijau, keuangan digital yang aman dan berintegritas, serta penguatan sektor jasa keuangan syariah untuk mendukung pertumbuhan ekonomi daerah.

Dia menyebut program Pengembangan Ekonomi Daerah (PED) yang telah berjalan di 40 kabupaten dan kota di Indonesia menunjukkan hasil positif dalam mengoptimalkan potensi unggulan daerah, mulai dari sektor pertanian, ekonomi kreatif, hingga pariwisata.

“OJK bersama pemerintah daerah melakukan pemetaan potensi unggulan di masing-masing wilayah, lalu mengorkestrasi pembiayaan agar tepat sasaran, feasible, bankable, dan berdampak,” ujar Friderica.  


Artikel Asli

Lanjut baca:

thumb
Polri Sebut Blackout di Sumatera Karena Fakfor Cuaca Buruk
• 4 jam laluidxchannel.com
thumb
Airlangga Ungkap Dugaan Selisih Data Ekspor RI dengan AS dan China Capai Puluhan Miliar Dolar
• 4 jam laluwartaekonomi.co.id
thumb
Kondisi Anggota DPR Gus Hilman Usai Tabrak Truk di Tol Paspro: Stabil, Ada Luka
• 22 jam lalukumparan.com
thumb
Gubernur terima masukan World Bank soal lima persoalan Bali
• 16 jam laluantaranews.com
thumb
Ratusan Rumah di Cijayanti Bogor Terendam Banjir, 456 Jiwa Terdampak
• 15 jam laludetik.com
Berhasil disimpan.