JAKARTA, KOMPAS.com - Terjun ke dunia peternakan di usia muda tak membuat mahasiswa bernama Hanan (21) menjalaninya setengah hati.
Meski tak memiliki latar pendidikan di bidang ternak, ia tetap belajar secara outodidak untuk mengembangkan peternakannya yang berada di tengah Komplek Perumahan Taman Tridaya Indah, Kabupaten Bekasi, Jawa Barat.
Hanan merupakan lulusan Universitas Negeri Islam (UIN) Jakarta jurusan sejarah.
Ia juga mengandalkan jurnal ilmiah sebagai acuan untuk menerapkan metode beternak modern di tengah pemukiman.
Baca juga: Gagal Masuk Kampus Impian, Gen Z di Bekasi Pilih Jadi Peternak Kambing di Komplek
Salah satu metode beternak modern yang dianut adalah dari sistem pemberian pakan.
Jika dulu, kebanyakan hewan ternak seperti kambing dan sapi diberi rumput saja, berbeda di peternakan Gen Z tersebut.
Hanan bilang, hewan ternak membutuhkan 100 persen nutrisi lengkap, seperti 60 persen karbohidrat, 20 persen protein, dan 20 persen lagi serat.
Nutrisi lengkap itu harus diberikan rutin setiap harinya apabila domba atau kambing ingin cepat gemuk.
Baca juga: Nekat Ternak Kambing di Tengah Komplek, Gen Z di Bekasi Buktikan Kandang Modern Bebas Bau
Sebenarnya, secara alamiah hewan ruminansia atau berkaki empat seperti sapi dan kambing makanan utamanya adalah rumput hijau.
"Tapi peternakan kan udah modern enggak mungkin dikasih rumput aja, harus ada sesuatu yang dapat menekan laju pertumbuhan kambing dalam waktu singkat," ucap Hanan ketika dihubungi Kompas.com, Jumat (22/5/2026).
Oleh sebab itu, setiap hari Hanan memberikan 60 persen karbohidrat berupa konsentrat, 20 persen protein dari ampas tempe, dan 20 persen lagi serat yang merupakan rumput biasa.
Dengan begitu, kambing-kambing yang diternaknya bisa gemuk dalam waktu cepat, terutama ketika menjelang Idul Adha.
Baca juga: Tidak Gengsi, Gen Z Usia 21 Tahun Ini Sukses Raup Ratusan Juta dari Ternak Kambing
Cara memilih hewan kurbanGen Z itu juga membagikan tips bagaimana memilih hewan kurban yang gemuk, sehingga tidak tertipu dengan bulunya saja yang tebal.
Pasalnya, banyak orang yang belum paham bagaimana memilih kambing yang benar-benar gemuk.
Hal ini menjadi sangat bahaya jika pembeli bertemu dengan pedagang atau peternak yang tak jujur dengan kondisi kambing atau sapinya.
Oleh sebab itu, untuk memastikan hewan kurban benar-benar gemuk atau tidak, masyarakat harus memahami yang namamya Body Condition Score (BCS).
"BCS itu penilaian kondisi tubuh kambing atau domba yang diukur dari ketebalan leher, paha, dan besarnya perut," tutur Hanan.
Baca juga: Gen Z, Swasta, dan Pudarnya Romantisme Jadi ASN
Apabila leher dan pahanya tebal, serta perut kambing besar berisi, BCS-nya masuk dalam kategori gemuk dengan skor sekitar satu hingga tiga.





