Grid.ID - Bonus untuk Persib Rp 1 miliar ternyata segera turun. Dedi Mulyadi minta dipakai beli sate dan jangan lakukan hal ini.
Gubernur Jawa Barat, Dedi Mulyadi mengapresiasi prestasi gemilang Persib Bandung setelah kembali berhasil meraih gelar juara Super League musim 2025-2026. Gelar juara musim ini membuat Persib Bandung menorehkan sejarah baru di kancah sepak bola Indonesia dengan mencetak hattrick atau tiga kali juara berturut-turut selama tiga musim.
Bonus Persib Rp 1 miliar segera turun, Dedi Mulyadi minta dipakai beli sate. Gubernur Jabar minta para pemain jangan menikah lagi.
Gubernur Jawa Barat, Dedi Mulyadi mempersilakan bonus sebesar Rp 1 miliar dibagikan secara merata kepada manajemen, para pemain, hingga seluruh official Persib Bandung usai tim berjuluk Maung Bandung itu berhasil memastikan gelar juara Super League musim 2025-2026.
Dengan nada bercanda, Dedi mengatakan bonus yang berasal dari dana pribadinya itu sudah dapat diterima perwakilan tim pada awal bulan depan.
"Nanti diserahkan tanggal 3 Juni di DPRD. Diserahkan ke Apak (Umuh Muchtar) dan seluruh tim. Semoga bisa untuk beli sate, tapi tidak boleh untuk kawin lagi," ujar Dedi Mulyadi sambil berkelakar sebelum melepas pawai arak-arakan Juara Persib Bandung di Gedung Sate, Kota Bandung, Minggu (24/5/2026), dikutip dari Kompas.com.
Dedi juga menegaskan bahwa bonus tersebut bukan berasal dari anggaran APBD Provinsi Jawa Barat. Menurutnya, uang itu murni berasal dari sebagian hasil keuntungan usaha peternakan sapi miliknya yang sedang memasuki masa panen.
"Saya lagi panen sapi, namanya panen sapi pasti ada untungnya. Rp 1 miliar saya akan berikan sebagai bonus untuk Persib Bandung," kata dia.
Dedi Mulyadi berharap pawai kemenangan Persib Bandung yang digelar hari ini menjadi momen sukacita bagi seluruh pendukung Maung Bandung di berbagai daerah Indonesia. Kesuksesan mempertahankan gelar musim ini juga dinilai semakin menegaskan catatan sejarah Persib di dunia sepak bola nasional.
"Para pendukung, penggemar, bobotoh, pencinta Persib Bandung di mana pun berada, hari ini adalah hari bahagia berkat kerja keras seluruh tim Persib Bandung dari mulai manajer, official, pelatih, pemain, bobotoh, Viking, telah mewujudkan cita-cita besar dalam sejarah sepak bola Indonesia, jadi juara tiga kali berturut-turut," tuturnya.
Sementara itu, Manajer Persib Bandung, Umuh Muchtar mengimbau para bobotoh agar tetap menjaga ketertiban dan menghormati wisatawan saat perayaan berlangsung. Ia berharap seluruh rangkaian konvoi juara di ruas jalan Kota Bandung dapat berjalan aman, lancar, dan kondusif hingga acara berakhir.
"Kita berdoa mudah-mudahan perjalanan ini tidak terganggu. Insya Allah semua dalam keadaan lancar, selamat," ujar Umuh Muchtar, Minggu (24/5/2026) pagi.
Di tempat yang sama, pria yang juga menjabat sebagai Komisaris Utama PT Persib Bandung Bermartabat (PBB) tersebut mengimbau dengan sangat kepada seluruh bobotoh yang ikut turun ke jalan dalam pawai untuk tidak mengganggu kegiatan atau keperluan orang lain, baik warga asli Kota Bandung maupun para wisatawan.
"Semua yang ikut pawai, membantu agar jangan mengganggu kegiatan orang lain. Terima kasih," ucap Umuh Muchtar.
Sebelumnya, Dedi Mulyadi, memutuskan tidak datang langsung ke pertandingan penentuan Persib Bandung pada Super League musim 2025/2026.
Ia memilih menyaksikan laga melalui siaran televisi ketika Persib berhadapan dengan Persijap Jepara di Stadion Gelora Bandung Lautan Api, Sabtu (23/5/2026).
"Nonton di TV," ujar Dedi, seusai menghadiri HUT Kodam III Siliwangi di Graha Manggala Siliwangi, Bandung, dikutip dari TribunJabar.id.
Keputusan itu juga menandakan bahwa Pemerintah Provinsi Jawa Barat tidak mengadakan acara nonton bareng seperti musim sebelumnya yang sempat digelar di kawasan Gedung Sate. Kepala Dinas Komunikasi dan Informatika Provinsi Jawa Barat, Mas Adi Komar, turut membenarkan informasi tersebut.
“Enggak (tidak ada nobar),” ujar Adi Komar. (*)
Artikel Asli




