JAKARTA, KOMPAS.com - Di Tanah Suci, seluruh jemaah datang dengan kedudukan yang sama.
Balutan ihram yang dikenakan bukan sekadar pakaian ibadah, melainkan simbol pelepasan identitas duniawi: Jabatan, kekayaan, status sosial, hingga latar belakang.
Dalam ritual haji, seorang pejabat, pengusaha, petani, maupun buruh berdiri dalam saf yang sama, menghadap Allah tanpa sekat privilese.
Nilai kesetaraan itu menjadi salah satu pesan yang paling mendasar dalam ibadah rukun islam kelima tersebut.
Baca juga: Soal Tenda Dikavling, Anggota DPR Minta KBIHU Dievaluasi
Namun meski ada spirit egalitarian di mata Allah SWT, ternyata ada yang mengkavling-kavling tenda jemaah yang memunculkan kesan eksklusif.
Wakil Menteri Haji dan Umrah Dahnil Anzar Simanjuntak menyoroti adanya Kelompok Bimbingan Ibadah Haji dan Umrah (KBIHU) yang dianggap menguasai tenda jemaah di Arafah dengan mematok kaveling khusus.
Sejumlah tenda tersebut dipasangi identitas KBIHU hingga spanduk tidak resmi yang menunjukkan klaim penguasaan area tertentu oleh kelompok bimbingan tertentu.
Tak boleh ada eksklusivitasKetua Komnas Haji, Mustolih Siradj, mengatakan sejatinya jika ditelusuri lebih jauh, tidak semua spanduk yang menempel atas nama KBIHU bertujuan untuk menciptakan eksklusivitas.
Sejumlah tanda disematkan untuk menjadi penunjuk arah maupun simbol demi mempermudah jemaah mengenali tendanya ketika hendak kembali usai beribadah.
"Misalnya habis salat di masjid yang dibangun di Arafah, kemudian biasanya jemaah yang baru atau bahkan lansia memang mengalami situasi bisa tersesat karena lorongnya, gangnya di Arafah itu kan sama, dan tendanya mirip-mirip," kata Mustolih ketika dihubungi Kompas.com, Sabtu (23/5/2026).
Baca juga: Petugas Haji Bergerak ke Arafah Cek Kesiapan Tenda dan Konsumsi Jelang Puncak Haji
Jika tidak dipasangi tanda pengenal, jemaah lansia berpotensi kesulitan kembali ke tenda atau bahkan tersesat.
"Nah, ini saya kira itu juga menjadi bagian daripada upaya KBIHU itu melayani jemaahnya," tutur dia.
Namun, pemasangan simbol pada tenda tetap menyalahi aturan jika tujuannya untuk mengeklaim atau menguasai area tertentu.
"Kalau niatnya untuk melakukan eksklusivitas, itu tidak boleh," tegas Mustolih.
Lagipula, pemasangan spanduk KBIHU bukan satu-satunya solusi. Petugas Penyelenggara Ibadah Haji (PPIH) biasanya sudah mempersiapkan berbagai layanan untuk memudahkan jemaah saat puncak ibadah haji di Arafah, Muzdalifah, dan Mina, termasuk pemasangan tanda di tenda jemaah.





