EtIndonesia. Pejabat Republik Demokratik Kongo (RD Kongo) pada Sabtu malam (23 Mei) memperbarui jumlah korban meninggal akibat wabah Ebola menjadi 204 orang. Sementara itu, Africa Centres for Disease Control and Prevention (Africa CDC) menyebut 10 negara berada dalam kategori “berisiko”.
Beberapa jam sebelumnya, International Red Cross and Red Crescent Movement menyatakan bahwa tiga relawannya di RD Kongo meninggal dunia.
Kementerian Kesehatan RD Kongo dalam sebuah pernyataan mengatakan bahwa tiga provinsi telah melaporkan total 204 kematian, sementara jumlah kasus suspek mencapai 867 orang.
Statistik terbaru yang diumumkan World Health Organization (WHO) pada 22 Mei menunjukkan jumlah korban tewas sebelumnya sebanyak 177 orang dengan 750 kasus suspek.
Selain itu, Uganda mengkonfirmasi tiga kasus baru Ebola. Ketiga pasien tersebut adalah seorang sopir warga Uganda, seorang tenaga medis asal Uganda, dan seorang perempuan dari RD Kongo. Ketiganya saat ini masih hidup.
Menurut laporan AFP, WHO telah menyatakan bahwa wabah penyakit demam berdarah yang sangat menular ini merupakan darurat kesehatan masyarakat yang menjadi perhatian internasional.
Lembaga kesehatan di bawah African Union pada 23 Mei memperingatkan bahwa selain RD Kongo dan Uganda, lebih banyak negara di benua Afrika kini menghadapi risiko terdampak virus Ebola.
“Kami memiliki 10 negara yang berada dalam risiko,” ujar Kepala Africa CDC, Jean Kaseya.
Ia kemudian menyebut negara-negara tersebut, yaitu Angola, Burundi, Central African Republic, Republic of the Congo, Ethiopia, Kenya, Rwanda, South Sudan, Tanzania, dan Zambia.
Jean Kaseya menambahkan bahwa “tingginya mobilitas penduduk dan situasi keamanan yang tidak stabil” di kawasan tersebut turut mempercepat penyebaran penyakit.
Sumber : NTDTV.com





