JAKARTA – Penasehat hukum (PH) terdakwa perkara penculikan dan pembunuhan kepala cabang (kacab) bank, Mohamad Ilham Pradipta (MIP), merespons replik yang diajukan oditur militer dalam sidang di Pengadilan Militer II-08 Jakarta, Senin (25/5/2026). PH menyebut korban diduga masih bernyawa ketika ditempatkan di area persawahan.
Dalam pembacaan duplik, PH terdakwa, Mayor Chk Andriyatna Kusuma, terlebih dahulu menyampaikan bahwa tidak ada fakta persidangan yang secara jelas menunjukkan keterlibatan terdakwa 3, Serka Frengky Yaru, dalam hilangnya nyawa korban.
"Untuk terdakwa 3 Serka Frengky Yaru, tidak ada para saksi yang memberikan kesaksian di bawah sumpah yang secara meyakinkan menyebut adanya peran terdakwa atas terjadinya perkara ini. Kesaksian Saksi-8 dan Saksi-10 juga telah dibantah oleh Saksi-9, Saksi-11, Saksi-12, dan terdakwa 2 di persidangan yang mulia ini," ujar Andriyatna.
"Para saksi yang memberikan kesaksian di bawah sumpah menyampaikan bahwa pada saat serah terima korban dari terdakwa 8, terdakwa 9, terdakwa 10, terdakwa 11, dan terdakwa 12 kepada terdakwa 1 Serka Mochamad Nasir dan Saksi-2 Saudara Yohanes Joko Pamumtas, korban masih bisa berjalan, artinya masih dalam keadaan hidup," ucapnya.




