Big Caps Mengamuk, IHSG Diprediksi Lanjut Hijau

wartaekonomi.co.id
4 jam lalu
Cover Berita
Warta Ekonomi, Jakarta -

Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) diproyeksikan melanjutkan penguatan terbatas pada perdagangan awal pekan ini setelah ditopang rebound saham-saham kapitalisasi besar (big cap) dan emiten komoditas usai koreksi tajam dalam beberapa hari terakhir.

Tim riset Korea Investment and Sekuritas Indonesia (KISI) menilai penguatan IHSG juga didorong membaiknya sentimen global seiring munculnya harapan penyelesaian diplomatik konflik Amerika Serikat-Iran serta penundaan implementasi penuh sistem ekspor satu pintu hingga 1 Januari 2027.  

“IHSG hari ini berpeluang technical rebound terbatas menguji resistance 6.250, ditopang status oversold dan sentimen damai Iran,” tulis riset KISI dalam Morning Brief, Senin (25/5/2026).  

Pada perdagangan sebelumnya, IHSG ditutup menguat 1,10% ke level 6.162,0. Penguatan itu terjadi di tengah aksi beli investor pada saham-saham big cap setelah tekanan jual dalam beberapa sesi terakhir.  

Meski demikian, investor asing masih membukukan jual bersih (foreign net sell) sebesar Rp1,1 triliun di pasar reguler. Nilai transaksi harian tercatat mencapai Rp21,6 triliun.  

KISI memperkirakan pergerakan IHSG masih dibayangi sikap wait and see pelaku pasar menjelang rilis data inflasi Personal Consumption Expenditures (PCE) Amerika Serikat pekan ini yang menjadi acuan arah kebijakan suku bunga The Fed.  

Di sisi lain, rupiah diproyeksikan masih berada dalam tekanan pada kisaran Rp17.650-Rp17.800 per dolar AS akibat sentimen risk-off terkait geopolitik Timur Tengah dan kehati-hatian investor global.  

Secara teknikal, KISI memproyeksikan IHSG bergerak dengan area support di level 5.880 dan 5.665. Sementara area resistance berada pada level 6.320 dan 6.510. Outlook teknikal IHSG juga masih berada dalam tren naik (uptrend).  

Baca Juga: IHSG Ditutup Menguat 0,72%, Sebanyak 498 Saham Hijau

Baca Juga: IHSG Dibuka Rebound ke Level 6.187 pada Perdagangan Awal Pekan

Di tengah penguatan indeks, saham-saham unggulan dan sektor berbasis komoditas menjadi penopang utama pasar. Data sektoral menunjukkan sektor energi menguat 4,84% harian, disusul sektor basic industry naik 6,85%, sektor industrial menguat 2,32%, dan sektor cyclical naik 2,58%.  

Dari sisi global, penguatan pasar saham Amerika Serikat dan Asia turut menopang sentimen domestik. Indeks Dow Jones naik 0,58%, S&P 500 menguat 0,37%, sementara Nikkei Jepang melonjak 2,68%.  

Selain sentimen global, pasar juga mencermati perkembangan harga komoditas. Harga minyak mentah Brent tercatat naik 0,94% menjadi US$103,5 per barel, sementara harga tembaga menguat 1,12% didorong optimisme permintaan berbasis kecerdasan buatan (artificial intelligence/AI).  


Artikel Asli

Lanjut baca:

thumb
Erling Haaland Raih Sepatu Emas Liga Inggris 2025/26
• 17 jam lalurepublika.co.id
thumb
BGN Tegaskan Tak Ada Kompromi, Operasional 1.152 SPPG MBG Masih Ditangguhkan
• 5 jam lalupantau.com
thumb
Ketika Komunitas Menjadi Mesin Pertumbuhan Kota Malang
• 22 jam lalucnbcindonesia.com
thumb
26 RT di Jaktim Masih Terendam Banjir Pagi Ini
• 11 jam laluokezone.com
thumb
Kerek Suku Bunga, BI Utamakan Stabilitas Ekonomi di Tengah Depresiasi Rupiah
• 4 jam laluidxchannel.com
Berhasil disimpan.