REPUBLIKA.CO.ID, JAKARTA – Fakultas Ekonomi dan Bisnis (FEB) UIN Syarif Hidayatullah Jakarta mulai memperkuat tata kelola akademik dan kelembagaan guna meningkatkan daya saing di tingkat internasional. Langkah tersebut dibahas dalam kegiatan konsinyering yang digelar di Bogor pada 20-22 Mei 2026.
Kegiatan itu diikuti Dekan FEB UIN Jakarta Prof Ibnu Qizam, jajaran wakil dekan, ketua program studi, hingga sekretaris program studi. Forum tersebut membahas arah pengembangan fakultas, termasuk penguatan mutu akademik dan tata kelola pendidikan tinggi.
Baca Juga
Tim KELADATA UBSI Kampus Solo Lolos 50 Besar Ajang Riset Bergengsi Kota Surakarta
Finalis Mas Mbak Batik Jawa Tengah 2026, Mahasiswa UBSI Kampus Purwokerto Bawa Misi Budaya
BEM UBSI Kampus Pontianak Gandeng Pertamina dan Rumah Baca Punggur Cerdas Gagas Ekspedisi Desa 2026
Ibnu Qizam mengatakan, persaingan perguruan tinggi saat ini menuntut kampus beradaptasi dengan standar global. Karena itu, penguatan tata kelola dinilai menjadi salah satu faktor penting untuk meningkatkan kualitas institusi.
“Kehadiran lengkap para Wakil Dekan serta unsur prodi menjadi bukti komitmen kuat fakultas untuk merumuskan langkah strategis ke depan secara komprehensif,” kata Ibnu Qizam dalam keterangannya, Ahad (24/5/2026).
.rec-desc {padding: 7px !important;}
Dalam kegiatan tersebut, FEB UIN Jakarta menghadirkan Board of Directors MBA FEB Universitas Gadjah Mada, Amin Wibowo. Ia memaparkan pengalaman pengelolaan program Magister Manajemen FEB UGM yang masuk peringkat ke-30 Asia dalam QS Global MBA Rankings 2026.
Menurut Amin, kualitas sekolah bisnis tidak hanya ditentukan capaian akademik, tetapi juga konsistensi tata kelola dan sistem mutu yang berjalan berkelanjutan. Ia menyebut terdapat sejumlah faktor yang memengaruhi reputasi sekolah bisnis di tingkat global, seperti otonomi pengelolaan, akreditasi internasional, kualitas pengajar, selektivitas mahasiswa, hingga jejaring alumni.
“Akreditasi global seperti AACSB bukan sekadar piagam hiasan di tembok atau alat marketing. Ia merupakan disiplin operasional yang memaksa institusi terus mengukur, mengevaluasi, dan memperbaiki kualitas mutunya secara berkelanjutan,” ujar Amin.
Melalui forum tersebut, FEB UIN Jakarta juga membahas pengembangan kurikulum yang lebih adaptif terhadap perubahan teknologi dan kebutuhan dunia kerja. Upaya itu dilakukan sebagai bagian dari penguatan kualitas lulusan agar mampu bersaing di tingkat nasional maupun internasional.