Pascabencana Sumatera, Kemensos Salurkan Bantuan Lanjutan & Perluas PBI JK

detik.com
1 jam lalu
Cover Berita
Jakarta -

Menteri Sosial RI (Mensos) Saifullah Yusuf (Gus Ipul) Kemensos terus menyalurkan bantuan sosial reguler seperti Program Keluarga Harapan (PKH) dan sembako. Di samping itu, penyaluran bantuan kebencanaan juga terus dilanjutkan melalui Satgas PRR Pascabencana.

"Kemensos ditugaskan Presiden melalui Satgas yang dibimbing oleh Pak Mendagri untuk menyalurkan bantuan kebencanaan berupa santunan korban meninggal dan luka-luka, lalu ada bantuan stimulan sosial ekonomi, isian rumah, dan jaminan hidup selama tiga bulan," kata Gus Ipul, dalam keterangan tertulis, Senin (25/5/2026).

Hal ini ia katakan saat menghadiri Rapat Koordinasi Satuan Tugas (Satgas) Pemulihan Pascabencana DPR RI dengan Satgas Percepatan Rehabilitasi dan Rekontruksi (PRR) Pascabencana Sumatera di Gedung Nusantara IV, DPR RI, Jakarta.

Dalam paparannya, Gus Ipul mengungkapkan bantuan pascabencana tahap pertama telah selesai disalurkan. Untuk tahap selanjutnya, Kemensos akan menyalurkan bantuan pascabencana dengan nilai lebih dari Rp 1 triliun.

Baca juga: Wamensos Agus Jabo Dorong Pemkab Pringsewu Cari Lahan Sekolah Rakyat

"Penyaluran berdasarkan data-data yang terverifikasi dari beberapa kabupaten kota di Aceh, Sumatera Utara, dan Sumatera Barat," ujar Gus Ipul.

Lebih lanjut, terkait usulan perluasan cakupan Penerima Bantuan Iuran Jaminan Kesehatan (PBI-JK) bagi masyarakat Aceh terdampak bencana yang disampaikan Wakil Gubernur (Wagub) Aceh Fadhlullah beberapa waktu lalu.

Gus Ipul menyampaikan Kemensos telah mengakomodir lebih dari 400 ribu penerima PBI tambahan di Aceh.

Sementara itu, Ketua Satgas PRR Pascabencana Sumatera sekaligus Menteri Dalam Negeri RI (Mendagri) Muhammad Tito Karnavian melaporkan dua hal dalam rakor tersebut.

Yakni, terkait update situasi dan rencana pemerintah ke depan, terutama persetujuan Rencana Induk PRR Pascabencana Sumatra.

Baca juga: Gus Ipul Apresiasi Kemajuan Siswa Sekolah Rakyat di Katingan

"Sekarang kita akan melakukan proses menuju pemulihan permanen. Itulah jadi dari tiga tahapan itu, tanggap darurat, transisi, kemudian kita masuk masa untuk menuju permanen, kita namakan rehab-rekon, dan ini kuncinya adalah Renduk (Rencana Induk)," kata Tito.

Tito mengungkapkan total anggaran yang diusulkan untuk pemulihan permanen tersebut sebesar Rp 100,166 triliun. Dengan rincian, anggaran 2026 sebesar Rp 38,9 triliun; tahun 2027 sebesar Rp 32,9 triliun; dan tahun 2028 sebesar Rp 28,2 triliun.

"Total anggaran yang sudah kami usulkan, dan alhamdulillah sudah disetujui di tingkat pemerintah, dan kami tadi laporkan kepada Satgas DPR RI yang dipimpin oleh Prof Sufmi Dasco Ahmad, alhamdulillah juga didukung, itu nilainya sebanyak Rp100,166 triliun selama tiga tahun," kata Tito.

Sebagai informasi, rapat tersebut dihadiri oleh pimpinan DPR RI, para Menteri Kabinet Merah Putih, serta Gubernur Aceh, Sumatera Utara (Sumut), dan Sumatera Barat (Sumbar).




(anl/ega)

Artikel Asli

Lanjut baca:

thumb
Kebut Proyek 66 RS Daerah, Seskab Teddy Sambangi Bos RS EMC
• 23 jam laluwartaekonomi.co.id
thumb
Gempa Bumi Hari Ini Magnitudo 5,0 Guncang Melonguane Sulut
• 9 jam lalurctiplus.com
thumb
Daftar Harga iCar V23 di Indonesia, Versi Termahal Ada di Varian iWD
• 5 jam lalumedcom.id
thumb
Sahabat Bongkar Rencana Honeymoon Anji Manji dan Desy, Sudah Siapkan Resort Mewah
• 11 jam lalugrid.id
thumb
Bukan Sabotase, Ini 3 Dugaan Penyebab Blackout di Sumatera
• 8 jam laludetik.com
Berhasil disimpan.