Semarang, Jateng (ANTARA) - PT Pertamina Patra Niaga Regional Jawa Bagian Tengah (JBT) meningkatkan stok di lembaga penyalur dengan menambah pasokan elpiji 3 kg sebanyak 1.567.660 tabung di Jawa Tengah dan DIY.
Area Manager Communication, Relations, & CSR Regional JBT Taufiq Kurniawan di Semarang, Jateng, Senin, menjelaskan tambahan pasokan itu setara dengan 99,31 persen konsumsi normal harian.
"Kami memastikan tambahan pasokan elpiji 3 kg ini dapat menjaga keandalan stok di lapangan, terutama di tingkat pangkalan, sehingga masyarakat tidak perlu khawatir terhadap ketersediaan elpiji 3 kg selama perayaan Idul Adha," katanya.
Ia menjelaskan tambahan stok elpiji tersebut, terdiri atas 1.087.860 tabung di Jateng dan 479.800 tabung di DIY.
"Harapannya dengan tambahan tabung tersebut masyarakat semakin merasa aman dan nyaman dalam menjalankan rangkaian ibadah Idul Adha dan libur panjang akhir Mei ini," katanya.
Menurut dia, Pertamina terus memastikan keandalan stok hingga level distribusi yang bersinggungan langsung dengan masyarakat.
Ia menjelaskan tambahan pasokan tersebut disalurkan melalui dua skema, yakni pertama lewat penyaluran fakultatif sebanyak 1.048.440 tabung yang disalurkan pada 27 Mei 2026.
Fakultatif merupakan skema penyaluran tambahan yang dilakukan pada hari libur atau tanggal merah, di luar jadwal penyaluran reguler yang hanya berlangsung pada hari kerja, guna memastikan stok tetap tersedia di tengah tingginya permintaan masyarakat.
Kedua, skema extra dropping sebanyak 519.220 tabung yang dilaksanakan pada minggu keempat Mei 2026.
Extra dropping adalah penambahan volume di atas penyaluran harian normal, yang ditujukan untuk memperkuat stok di tingkat pangkalan secara lebih cepat seiring meningkatnya kebutuhan menjelang Idul Adha.
Langkah tersebut merupakan bagian dari upaya Pertamina dalam menjaga stabilitas pasokan energi, sekaligus mengantisipasi peningkatan konsumsi elpiji rumah tangga yang umumnya terjadi selama periode Idul Adha.
"Saat kegiatan memasak dalam skala besar meningkat signifikan di tingkat keluarga maupun komunitas," ujarnya.
Lebih lanjut, kata dia, sebagai dukungan terhadap program subsidi elpiji yang dijalankan pemerintah, Pertamina mengimbau masyarakat yang mampu untuk menggunakan elpiji nonsubsidi agar penyaluran subsidi tetap tepat sasaran.
Pertamina menyediakan produk elpiji nonsubsidi Bright Gas dalam dua varian ukuran, yakni Bright Gas 5,5 kg dan 12 kg.
"Meskipun jumlah melimpah, kami juga mengimbau masyarakat agar bijak mengkonsumsi energi dan melakukan pembelian elpiji 3 kg di pangkalan resmi Pertamina," katanya.
Selain stoknya terjamin, kata dia, harganya juga dipastikan sesuai dengan ketentuan yang telah ditetapkan oleh pemerintah, dan masyarakat pun dapat dengan mudah mengetahui lokasi pangkalan terdekat melalui laman subsiditepatlpg.mypertamina.id.
Area Manager Communication, Relations, & CSR Regional JBT Taufiq Kurniawan di Semarang, Jateng, Senin, menjelaskan tambahan pasokan itu setara dengan 99,31 persen konsumsi normal harian.
"Kami memastikan tambahan pasokan elpiji 3 kg ini dapat menjaga keandalan stok di lapangan, terutama di tingkat pangkalan, sehingga masyarakat tidak perlu khawatir terhadap ketersediaan elpiji 3 kg selama perayaan Idul Adha," katanya.
Ia menjelaskan tambahan stok elpiji tersebut, terdiri atas 1.087.860 tabung di Jateng dan 479.800 tabung di DIY.
"Harapannya dengan tambahan tabung tersebut masyarakat semakin merasa aman dan nyaman dalam menjalankan rangkaian ibadah Idul Adha dan libur panjang akhir Mei ini," katanya.
Menurut dia, Pertamina terus memastikan keandalan stok hingga level distribusi yang bersinggungan langsung dengan masyarakat.
Ia menjelaskan tambahan pasokan tersebut disalurkan melalui dua skema, yakni pertama lewat penyaluran fakultatif sebanyak 1.048.440 tabung yang disalurkan pada 27 Mei 2026.
Fakultatif merupakan skema penyaluran tambahan yang dilakukan pada hari libur atau tanggal merah, di luar jadwal penyaluran reguler yang hanya berlangsung pada hari kerja, guna memastikan stok tetap tersedia di tengah tingginya permintaan masyarakat.
Kedua, skema extra dropping sebanyak 519.220 tabung yang dilaksanakan pada minggu keempat Mei 2026.
Extra dropping adalah penambahan volume di atas penyaluran harian normal, yang ditujukan untuk memperkuat stok di tingkat pangkalan secara lebih cepat seiring meningkatnya kebutuhan menjelang Idul Adha.
Langkah tersebut merupakan bagian dari upaya Pertamina dalam menjaga stabilitas pasokan energi, sekaligus mengantisipasi peningkatan konsumsi elpiji rumah tangga yang umumnya terjadi selama periode Idul Adha.
"Saat kegiatan memasak dalam skala besar meningkat signifikan di tingkat keluarga maupun komunitas," ujarnya.
Lebih lanjut, kata dia, sebagai dukungan terhadap program subsidi elpiji yang dijalankan pemerintah, Pertamina mengimbau masyarakat yang mampu untuk menggunakan elpiji nonsubsidi agar penyaluran subsidi tetap tepat sasaran.
Pertamina menyediakan produk elpiji nonsubsidi Bright Gas dalam dua varian ukuran, yakni Bright Gas 5,5 kg dan 12 kg.
"Meskipun jumlah melimpah, kami juga mengimbau masyarakat agar bijak mengkonsumsi energi dan melakukan pembelian elpiji 3 kg di pangkalan resmi Pertamina," katanya.
Selain stoknya terjamin, kata dia, harganya juga dipastikan sesuai dengan ketentuan yang telah ditetapkan oleh pemerintah, dan masyarakat pun dapat dengan mudah mengetahui lokasi pangkalan terdekat melalui laman subsiditepatlpg.mypertamina.id.





