Misbakhun Sebut Konsumsi dan Pertumbuhan Kredit Jadi Kunci Ekonomi RI

wartaekonomi.co.id
7 jam lalu
Cover Berita
Warta Ekonomi, Jakarta -

Ketua Komisi XI DPR RI Mukhamad Misbakhun menilai penguatan konsumsi rumah tangga dan pertumbuhan kredit menjadi dua faktor utama yang dapat mempercepat pertumbuhan ekonomi nasional di tengah transformasi ekonomi yang dijalankan pemerintah.

Menurutnya, pemerintah saat ini tengah mengembangkan strategi pertumbuhan berbasis potensi daerah melalui penguatan sektor pertanian, pengembangan ekonomi daerah, dan pembangunan pusat-pusat pertumbuhan baru di berbagai wilayah Indonesia.

“Pertumbuhan ekonomi ini didorong oleh konsumsi. Salah satu penguatan yang paling besar adalah investasi, pembentukan modal tetap bruto, faktor kedua setelah konsumsi rumah tangga,” ujar Misbakhun dalam Konferensi Nasional Pengembangan Ekonomi Daerah (KNPED) Tahun 2026 di Jakarta, Senin (25/5/2026).

Ia mengatakan pertumbuhan kredit menjadi salah satu indikator penting dalam mendorong investasi nasional. Karena itu, sektor jasa keuangan perlu terus diperkuat agar mampu menopang pertumbuhan sektor riil secara berkelanjutan.

“Pertumbuhan kredit adalah salah satu indikator utama bagaimana investasi itu dikembangkan. Tantangan yang paling besar saat ini di sektor keuangan adalah bagaimana menaikkan lagi level pertumbuhan kredit ke double digit,” katanya.

Misbakhun menilai sektor jasa keuangan memiliki posisi strategis sebagai penggerak aktivitas ekonomi nasional setelah sektor pertanian. Penguatan digitalisasi dan layanan keuangan juga dinilai mampu memperluas akses pembiayaan bagi pelaku usaha di berbagai sektor.

“Ini menurut saya yang akan menjadi paru-paru, menjadi jantungnya. Dengan digitalisasi dan pengembangan sektor keuangan yang makin kuat, maka semua pelaku UMKM, nelayan, petani, industri kreatif ini akan semuanya dipompa oleh jantung sektor keuangan,” ujarnya.

Selain sektor keuangan, Misbakhun juga menyoroti keberadaan proyek-proyek Danantara yang dinilai mulai menjadi akselerator pembangunan ekonomi di berbagai daerah.

“Banyak proyek-proyek Danantara yang melibatkan investasi besar itu berkembang hampir di banyak daerah sebagai akselerator. Bapak Presiden sudah meresmikan 13 proyek Danantara dalam dua fase. Yang terakhir di fase kedua diresmikan di Cilacap,” tuturnya.

Baca Juga: Rupiah Sentuh Rp17.600, Misbakhun: Ini Bukan Krisis 1998!

Baca Juga: Misbakhun: Jangan Ada Intervensi yang Rusak Kepercayaan Investor

Ia menambahkan, program Kredit Usaha Rakyat (KUR) juga menjadi instrumen penting untuk menjaga pertumbuhan UMKM nasional. Pemerintah disebut setiap tahun mengalokasikan subsidi KUR hampir Rp40 triliun guna memperkuat pembiayaan sektor usaha mikro dan kecil.

Ke depan, penguatan sektor riil yang ditopang sistem perbankan yang solid diyakini akan menciptakan multiplier effectterhadap perekonomian nasional.

“Pembiayaan yang kuat terhadap semua lini ini akan memberikan dorongan yang sangat serius kepada semua jenis usaha,” pungkasnya.


Artikel Asli

Lanjut baca:

thumb
Rehan/Gloria Comeback, Delapan Wakil Indonesia Siap Tempur di Singapore Open 2026
• 8 jam laluviva.co.id
thumb
Kriminal kemarin, pria lansia tusuk istri hingga hoaks prostitusi anak
• 20 jam laluantaranews.com
thumb
Kemendagri Siapkan Basis Data Orang Asli Papua untuk Kebijakan Kesejahteraan yang Tepat Sasaran
• 3 jam lalupantau.com
thumb
Koops TNI Habema Evakuasi 44 Warga dari Gangguan OPM di Papua Pegunungan
• 6 jam lalukumparan.com
thumb
Penampakan Kabel SUTET Putus yang Picu Listrik Padam Massal di Sumatera
• 16 jam laludetik.com
Berhasil disimpan.