Jakarta (ANTARA) - Presiden Ke-5 Republik Indonesia yang juga Ketua Umum PDI Perjuangan (PDIP) Megawati Soekarnoputri menerima kunjungan Duta Besar Palestina untuk Indonesia Abdalfatah A.K. Alsattari di kediamannya di Menteng, Jakarta Pusat, Senin.
Pada kesempatan itu, Dubes Alsattari menyampaikan terima kasih atas dukungan dan konsistensi sikap Megawati terhadap Palestina dalam melawan zionis Israel.
Ia mengatakan sampai saat ini Palestina masih terus berjuang dan menderita atas perlakuan zionis Israel.
"Puluhan ribu bangunan dan rumah telah musnah, begitu banyak nyawa melayang dan rakyat menderita, kebanyakan ibu dan anak-anak. Yang juga menyedihkan, di antara korban tersebut termasuk juga 200 orang jurnalis harus merelakan nyawanya. Israel sedang menghancurkan harapan rakyat Palestina," kata Alsattari dalam keterangan tertulis di Jakarta, Senin.
Dubes Palestina menambahkan bahwa alasan Israel menyerang Palestina adalah Hamas. Padahal, rumah sakit, sekolah, dan gereja bukanlah milik Hamas. Sekitar 200 orang jurnalis yang merelakan nyawanya melayang juga bukan Hamas.
Untuk itu, Alsattari menghargai dan berterima kasih atas perjuangan dan sikap Megawati yang konsisten menyuarakan kemerdekaan Palestina.
Menanggapi semua yang disampaikan Dubes Palestina, Megawati begitu terharu, hingga menyampaikan tanggapannya sambil terisak, ingat perjuangan bangsa Indonesia yang begitu lama mengalami ketertindasan. Penderitaan rakyat Palestina pun membuatnya begitu terharu.
Baca juga: Megawati-Dubes India bahas kedekatan kedua negara sejak era Soekarno
Megawati pun bercerita bahwa ayahandanya, Presiden Pertama RI Soekarno, selalu menceritakan perjuangan rakyat Palestina yang ingin merdeka.
Oleh karenanya, Megawati mengatakan dirinya sangat mengerti perjuangan dan makna perjuangan rakyat Palestina dan bangsa-bangsa yang ingin merdeka.
Megawati juga mengingatkan bahwa dalam Konferensi Asia-Afrika (KAA) di Bandung tahun 1955, kemerdekaan Palestina dikumandangkan oleh peserta konferensi.
"Adalah hak semua bangsa untuk menentukan nasibnya sendiri. Saya selalu mendukung ide yang menyatakan bahwa Indonesia tidak akan menjalin hubungan diplomatik dengan Israel selama rakyat Palestina belum memperoleh kemerdekaannya," ucap Megawati menegaskan.
Sebagaimana dalam berbagai forum ataupun saat bertemu para duta besar/diplomat, Megawati juga kembali menyerukan agar Perserikatan Bangsa-bangsa (PBB) harus direformasi dengan perlu meningkatkan perannya di percaturan geopolitik yang sedang bergolak dan mengalami turbulensi.
"Israel mungkin dapat menghancurkan secara fisik, namun saya yakin bahwa di setiap dada rakyat Palestina terdapat jiwa yang tidak mudah menyerah dan bergelora tekad kuat untuk merdeka. Sama seperti Indonesia dan saya yakin suatu saat kemerdekaan Palestina yang paripurna akan tercapai. Sebagaimana Bung Karno juga berpesan untuk selalu mendukung kemerdekaan Palestina," kata Megawati.
Baca juga: Megawati dan Dubes Kuwait bahas dampak konflik Timteng bagi Indonesia
Pertemuan diakhiri dengan Dubes Palestina menyelempangkan kafiyeh merah kepada Megawati.dan Dubes mengangkat jari membentuk kode V atau victory, menyiratkan simbol dan doa untuk kemenangan Palestina.
Megawati pun kembali menyemangati Dubes dan rakyat Palestina. Meminta mereka untuk kuat. "Be strong," kata Megawati.
Dubes Palestina menjawab dirinya dan rakyat Palestina terus berusaha kuat, serta mendoakan Megawati agar selalu sehat dan kuat.
Usai menyampaikan itu, sambil bercanda Dubes Palestina mengajak Megawati untuk adu panco.
Saat pertemuan, Megawati didampingi Sekretaris Jenderal PDIP Hasto Kristiyanto, Ketua DPP PDIP Ahmad Basarah, Direktur Hubungan Luar Negeri Hanjaya Setiawan, dan politisi PDIP M. Guntur Romli.
Sebelumnya, pada hari ini, Megawati juga menerima Duta Besar India untuk Indonesia Sandeep Chakravorty di kediamannya.
Baca juga: Dubes Saudi minta Megawati berperan aktif terkait situasi Timur Tengah
Baca juga: Megawati terima Kuasa Usaha Kedubes Irak bahas geopolitik Timteng
Pada kesempatan itu, Dubes Alsattari menyampaikan terima kasih atas dukungan dan konsistensi sikap Megawati terhadap Palestina dalam melawan zionis Israel.
Ia mengatakan sampai saat ini Palestina masih terus berjuang dan menderita atas perlakuan zionis Israel.
"Puluhan ribu bangunan dan rumah telah musnah, begitu banyak nyawa melayang dan rakyat menderita, kebanyakan ibu dan anak-anak. Yang juga menyedihkan, di antara korban tersebut termasuk juga 200 orang jurnalis harus merelakan nyawanya. Israel sedang menghancurkan harapan rakyat Palestina," kata Alsattari dalam keterangan tertulis di Jakarta, Senin.
Dubes Palestina menambahkan bahwa alasan Israel menyerang Palestina adalah Hamas. Padahal, rumah sakit, sekolah, dan gereja bukanlah milik Hamas. Sekitar 200 orang jurnalis yang merelakan nyawanya melayang juga bukan Hamas.
Untuk itu, Alsattari menghargai dan berterima kasih atas perjuangan dan sikap Megawati yang konsisten menyuarakan kemerdekaan Palestina.
Menanggapi semua yang disampaikan Dubes Palestina, Megawati begitu terharu, hingga menyampaikan tanggapannya sambil terisak, ingat perjuangan bangsa Indonesia yang begitu lama mengalami ketertindasan. Penderitaan rakyat Palestina pun membuatnya begitu terharu.
Baca juga: Megawati-Dubes India bahas kedekatan kedua negara sejak era Soekarno
Megawati pun bercerita bahwa ayahandanya, Presiden Pertama RI Soekarno, selalu menceritakan perjuangan rakyat Palestina yang ingin merdeka.
Oleh karenanya, Megawati mengatakan dirinya sangat mengerti perjuangan dan makna perjuangan rakyat Palestina dan bangsa-bangsa yang ingin merdeka.
Megawati juga mengingatkan bahwa dalam Konferensi Asia-Afrika (KAA) di Bandung tahun 1955, kemerdekaan Palestina dikumandangkan oleh peserta konferensi.
"Adalah hak semua bangsa untuk menentukan nasibnya sendiri. Saya selalu mendukung ide yang menyatakan bahwa Indonesia tidak akan menjalin hubungan diplomatik dengan Israel selama rakyat Palestina belum memperoleh kemerdekaannya," ucap Megawati menegaskan.
Sebagaimana dalam berbagai forum ataupun saat bertemu para duta besar/diplomat, Megawati juga kembali menyerukan agar Perserikatan Bangsa-bangsa (PBB) harus direformasi dengan perlu meningkatkan perannya di percaturan geopolitik yang sedang bergolak dan mengalami turbulensi.
"Israel mungkin dapat menghancurkan secara fisik, namun saya yakin bahwa di setiap dada rakyat Palestina terdapat jiwa yang tidak mudah menyerah dan bergelora tekad kuat untuk merdeka. Sama seperti Indonesia dan saya yakin suatu saat kemerdekaan Palestina yang paripurna akan tercapai. Sebagaimana Bung Karno juga berpesan untuk selalu mendukung kemerdekaan Palestina," kata Megawati.
Baca juga: Megawati dan Dubes Kuwait bahas dampak konflik Timteng bagi Indonesia
Pertemuan diakhiri dengan Dubes Palestina menyelempangkan kafiyeh merah kepada Megawati.dan Dubes mengangkat jari membentuk kode V atau victory, menyiratkan simbol dan doa untuk kemenangan Palestina.
Megawati pun kembali menyemangati Dubes dan rakyat Palestina. Meminta mereka untuk kuat. "Be strong," kata Megawati.
Dubes Palestina menjawab dirinya dan rakyat Palestina terus berusaha kuat, serta mendoakan Megawati agar selalu sehat dan kuat.
Usai menyampaikan itu, sambil bercanda Dubes Palestina mengajak Megawati untuk adu panco.
Saat pertemuan, Megawati didampingi Sekretaris Jenderal PDIP Hasto Kristiyanto, Ketua DPP PDIP Ahmad Basarah, Direktur Hubungan Luar Negeri Hanjaya Setiawan, dan politisi PDIP M. Guntur Romli.
Sebelumnya, pada hari ini, Megawati juga menerima Duta Besar India untuk Indonesia Sandeep Chakravorty di kediamannya.
Baca juga: Dubes Saudi minta Megawati berperan aktif terkait situasi Timur Tengah
Baca juga: Megawati terima Kuasa Usaha Kedubes Irak bahas geopolitik Timteng





