Lebanon, ERANASIONAL.COM – Sedikitnya 21 orang dilaporkan tewas akibat serangan udara Israel yang semakin intensif di wilayah selatan Lebanon sejak Sabtu (23/5) malam hingga Minggu (24/5).
Media pemerintah Lebanon melalui National News Agency (NNA) menyebut salah satu serangan paling mematikan terjadi di Kota Sir al-Gharbiyeh, Distrik Nabatieh.
NNA menyebut serangan tersebut sebagai “pembantaian” setelah sembilan orang dilaporkan tewas, termasuk seorang anak dan beberapa wanita.
Di Distrik Nabatieh, serangan drone Israel lainnya juga menewaskan tujuh orang di wilayah Nabatieh, Nmairiyeh, dan Arab Salim.
Sementara itu di Distrik Tyre, lima orang lainnya dilaporkan meninggal dunia akibat serangan terpisah.
Di tengah meningkatnya serangan, Hizbullah mengklaim pihaknya meluncurkan rentetan roket yang menargetkan kendaraan militer Israel di dekat Kota Bayada, Lebanon selatan.
Sebelumnya, pemimpin Hizbullah Naim Qassem menegaskan kelompoknya tidak akan menyerahkan senjata dan akan terus melawan Israel.
“Upaya melucuti senjata Hizbullah akan berujung pada pemusnahan kelompok tersebut dan pendudukan Lebanon secara bertahap,” ujar Qassem dalam pidato yang disiarkan televisi lokal Al-Manar, dikutip Senin (25/5/2026).
Pusat Operasi Darurat Kesehatan Masyarakat Lebanon menyebut total korban akibat serangan Israel sejak 2 Maret hingga 24 Mei kini mencapai 3.151 orang tewas dan 9.571 lainnya mengalami luka-luka.
Serangan terbaru tersebut terjadi meski gencatan senjata antara kedua pihak telah diumumkan bulan lalu.
Namun hingga kini, bentrokan dan serangan lintas perbatasan masih terus berlangsung di sejumlah wilayah Lebanon Selatan. []





