Presiden Iran Menolak Takluk dari Tuntutan Berlebihan AS dan Sekutunya

viva.co.id
3 jam lalu
Cover Berita

VIVA – Presiden Iran Masoud Pezeshkian menegaskan Iran tidak akan memenuhi tuntutan yang berlebihan dari musuh. Ia juga mengutuk upaya para musuh melanjutkan perang ekonomi terhadap Iran.

Dalam pertemuan bersama anggota Kamar Dagang, Industri, Pertambangan, dan Pertanian Iran, Senin, 25 Mei 2026, Pezeshkian menegaskan negosiasi sudah diatur sedemikian rupa agar hak-hak bangsa Iran dapat dijaga sepenuhnya.

Baca Juga :
Luncurkan Inovasi Produk Baru, Novo Nordisk Hadirkan Insulin Basal Mingguan Pertama Berizin FDA AS
Arab Saudi Desak Trump Tunda Serangan ke Iran hingga Selesai Ibadah Haji

Dengan demikian, lanjutnya, Pemerintah Republik Islam Iran tidak akan takluk pada tekanan dan tidak memenuhi tuntutan yang berlebihan dalam keadaan apa pun.

Meski musuh-musuh negara telah mengganti taktik mereka menjadi perang ekonomi setelah kegagalan operasi militer, Iran akan tetap bertahan dan berhasil melalui fase saat ini. Asalkan, pemerintah dan sektor swasta berkolaborasi dengan semangat solidaritas, empati, dan kerja sama, katanya.

Dalam pernyataan di media sosial X, Presiden Pezeshkian mengatakan negaranya senantiasa menghormati komitmen dan menjajaki semua langkah untuk mengakhiri perang. Dia menegaskan pihaknya terbuka untuk diskusi.

"Semua jalur tetap terbuka dari kami. Memaksa Iran untuk menyerah dengan cara kekerasan hanyalah ilusi semata. Sikap saling menghargai dalam diplomasi jauh lebih bijak, aman, dan berkelanjutan daripada peperangan," ujar Pezeshkian.

Sebelumnya, Presiden Amerika Serikat Donald Trump mengatakan negosiasi dengan Iran berjalan secara rapih dan konstruktif. Namun demikian dia juga menegaskan blokade terhadap Iran akan tetap diberlakukan hingga kedua negara mencapai kesepakatan final. 

"Blokade akan tetap diberlakukan sepenuhnya sampai kesepakatan tercapai, disertifikasi, dan ditandatangani. Kedua pihak harus meluangkan waktu dan memastikan semuanya berjalan benar. Tidak boleh ada kesalahan!” tulis Trump di platform media sosial Truth Social dikutip dari laman Anadolu Agency, Senin 25 Mei 2026.

Trump juga menyebut hubungan antara AS dan Iran kini menjadi jauh lebih profesional dan produktif, meski tetap mengingatkan bahwa Teheran tidak boleh mengembangkan ataupun memiliki senjata nuklir.
 

Baca Juga :
AS-Iran Sepakat Buka Selat Hormuz Sepenuhnya Selama 30 Hari
Harga Minyak Dunia Ambles 5 Persen, Pasar Percaya Perang AS-Iran Segera Berakhir
Netanyahu: Trump Sepakat Negosiasi Harus Mencakup Pemusnahan Nuklir Iran

Artikel Asli

Lanjut baca:

thumb
Polisi Cek Monyet Viral Dirantai di Pinggir Jalan Margonda Depok
• 20 jam laludetik.com
thumb
Kementan Kejar Target 97 Ribu Hektare Tebu di 11 Provinsi
• 16 jam laluidxchannel.com
thumb
ICE Institute Skill-Up 2026 di Makassar Latih Desain dan Web AI
• 20 jam lalumediaapakabar.com
thumb
Modus Baru Makan Korban: Janji Bereskan Pinjol, Uang Malah Hilang
• 16 jam lalucnbcindonesia.com
thumb
Menteri PKP: Pemerintah Siapkan 2.603 Unit Hunian Tetap untuk Korban Bencana Aceh-Sumatera
• 3 jam lalukompas.tv
Berhasil disimpan.