Dirjen Bea Cukai Terseret Dugaan Suap, Respons Purbaya Bikin Kaget

disway.id
2 jam lalu
Cover Berita

JAKARTA, DISWAY.ID - Menteri Keuangan Purbaya Yudhi Sadewa berkomentar atas kasus pejabat di Bea dan Cukai Djaka yang menjadi sorotan setelah diduga terseret dalam perkara dugaan suap importasi barang di lingkungan Direktorat Jenderal Bea dan Cukai (DJBC). 

Purbaya enggan memberi respons lebih detail.

Ia memilih melihat perkembangan yang ada terkait isu yang ada.

BACA JUGA:Siapkan Rp60 Triliun untuk Aceh dan Sumatera, Purbaya: Jangan Takut, Anggarannya Ada

"Ya nanti kita lihat ya," katanya singkat usai Rapat Koordinasi Satuan Tugas Pemulihan Pasca Bencana Sumatera dengan Satuan Tugas Percepatan Rehabilitasi dan Rekonstruksi Pasca Bencana Sumatera, di Gedung DPR/MPR RI, Senin, 25 Mei 2026.

Bahkan, Ia mengaku belum mendapat kabar atas terbuktinya atas dugaan penerimaan suap yang menyeret nama pejabat di lingkungan Bea Cukai.

"Yang bilang siapa? KPK ya?," ucapnya.

BACA JUGA:Purbaya Siap Copot Dirjen Bea Cukai Usai Terseret Dugaan Suap SGD 213.600

Perlu diketahui, Direktur Jenderal Bea dan Cukai Djaka Budhi Utama muncul dalam sidang perkara dugaan suap importasi barang di Pengadilan Tipikor Jakarta, Rabu 20 Mei 2026.

Jaksa KPK mengungkap adanya amplop berkode 'sales 2-1 DIR' yang diduga berisi uang sebesar 213.600 dolar Singapura atau sekitar Rp 2,9 miliar untuk Dirjen Bea Cukai.

Fakta tersebut terungkap saat Kepala Seksi Intelijen DJBC Orlando Hamonangan alias Ocoy dihadirkan sebagai saksi dalam perkara dugaan suap importasi barang dengan terdakwa bos Blueray Cargo, John Field.

BACA JUGA:Purbaya Yakin Danantara DSI Bisa Cegah Kerugian Negara dari Ekspor

Isu dugaan suap di lingkungan Bea Cukai semakin menjadi perhatian setelah Presiden Prabowo Subianto meminta Kementerian Keuangan melakukan pembenahan total di DJBC.

Diketahui, Presiden Prabowo Subianto meminta Menteri Keuangan Purbaya Yudhi Sadewa untuk mengganti pimpinan bea cukai yang tidak mampu.

Hal itu ia sampaikan dalam pidatonya terkait Kerangka Ekonomi Makro dan Pokok-Pokok Kebijakan Fiskal (KEM-PPKF) 2027 dalam Rapat Paripurna DPR RI Ke-19 Masa Persidangan V Tahun Sidang 2025-2026, Rabu, 20 Mei 2026.

  • 1
  • 2
  • »

Artikel Asli

Lanjut baca:

thumb
Respons Joe Hart usai Pep Guardiola Menyesal Buang Dirinya dari Manchester City
• 11 jam laluviva.co.id
thumb
Nasib Bojan Hodak Diputuskan Hari Ini, Persib Beri Tawaran Fantastis Demi Pelatih Bertahan Musim Depan?
• 13 jam lalutvonenews.com
thumb
Gunung Semeru Erupsi Setinggi 1.000 Meter, Waspada Guguran Awan Panas 
• 20 jam laluidxchannel.com
thumb
Klub Milik Pengusaha Indonesia Cetak Sejarah Lolos Liga Champions
• 19 jam lalubisnis.com
thumb
SMAN 2 Sidrap Juara LKBB-PB MPR RI Sulsel 2026 dan Melaju ke Final Nasional di Jakarta
• 14 jam lalupantau.com
Berhasil disimpan.