Jakarta: Kecamatan Kramat Jati, Jakarta Timur, memprioritaskan pendistribusian tong sampah organik dan anorganik di sejumlah titik permukiman warga. Langkah ini diambil sebagai upaya memperkuat sistem pemilahan sampah langsung dari sumbernya.
"Pihak kelurahan mengarahkan para Ketua RW agar menempatkan tong sampah di lokasi strategis permukiman warga," kata Camat Kramat Jati Kamal Alatas saat dihubungi ANTARA, Senin, 25 Mei 2026.
Baca Juga :
Disdik DKI Cabut KJP 60 Siswa Buntut TawuranPenempatan tong sampah tersebut diprioritaskan di lokasi strategis agar mudah dijangkau masyarakat. Hal ini diharapkan mampu mendorong perubahan perilaku warga dalam memilah sampah rumah tangga.
Kamal mengungkapkan, kesiapan sarana dan prasarana pemilahan sampah organik di wilayahnya secara umum sudah mulai berjalan. Sarana yang ada dianggap cukup mendukung pelaksanaan program pengelolaan sampah dari sumber.
Meski demikian, jumlah fasilitas yang tersedia saat ini masih terbatas dan belum mampu menjangkau seluruh lingkungan RT dan RW.
"Secara umum kesiapan sarana dan prasarana sudah mulai berjalan. Namun memang ketersediaannya masih terbatas dan belum mencukupi untuk seluruh wilayah," ujar Kamal.
Kamal menjelaskan, beberapa kelurahan di wilayah Kramat Jati telah menerima bantuan tong sampah terpisah dari Suku Dinas Lingkungan Hidup Jakarta Timur. Setiap wilayah mendapatkan bantuan berupa empat unit tong sampah organik dan anorganik.
Selain bantuan pemerintah, dukungan masyarakat juga mulai terlihat melalui inisiatif sejumlah Ketua RT. Mereka menyediakan tong sampah secara mandiri di lingkungannya masing-masing.
Langkah tersebut dinilai menjadi bentuk partisipasi warga dalam mendukung pengurangan volume sampah rumah tangga. Selama ini, sampah di masyarakat dinilai masih bercampur antara organik dan anorganik.
Ilustrasi proses pemilahan sampah. Foto: Dok. Istimewa.
Menurut Kamal, keterbatasan jumlah tong sampah membuat distribusi sarana dilakukan secara bertahap dan diprioritaskan pada lokasi-lokasi strategis di area permukiman.
Distribusi sarana pendukung pengolahan sampah organik tersebut dilaksanakan oleh Dinas Lingkungan Hidup dengan berkoordinasi bersama pihak kecamatan dan kelurahan. Setelah sarana diterima, pihak kelurahan bersama pengurus lingkungan menentukan titik penempatan yang dianggap paling efektif untuk melayani kebutuhan warga.
Adapun program pemilahan sampah dari sumber ini menjadi salah satu langkah penting dalam pengurangan sampah yang dibuang ke tempat pembuangan akhir.
"Dengan adanya pemisahan sampah organik dan anorganik sejak di lingkungan rumah tangga, pengelolaan sampah dinilai akan lebih mudah dan efisien," ucapnya.
Kamal berharap keberadaan tong sampah terpisah dapat meningkatkan kesadaran masyarakat terhadap pentingnya pengelolaan sampah yang ramah lingkungan. Selain itu, partisipasi aktif warga juga dinilai menjadi faktor utama keberhasilan program pemilahan sampah di tingkat permukiman.
Sebelumnya, Wali Kota Jakarta Timur Munjirin juga mendorong agar pengurus RT dan RW di wilayah setempat mulai menyiapkan sarana pemilahan sampah secara mandiri untuk mendukung program pengelolaan sampah dari sumbernya.
"Seiring berjalan, nanti instruksi tersebut saya sampaikan kepada RT RW, camat, lurah untuk tidak menjadi halangan," kata Munjirin saat meninjau pengolahan sampah organik di Pasar Kramat Jati, Jakarta Timur, Senin, 11 Mei 2026.
Menurut Munjirin, keterbatasan fasilitas tidak boleh menjadi hambatan dalam penerapan pemilahan sampah organik dan anorganik di lingkungan permukiman warga. Oleh karena itu, pihaknya meminta jajaran camat, lurah, hingga pengurus lingkungan agar mulai menerapkan langkah sederhana itu sambil menunggu penyediaan sarana yang lebih memadai.




