Ketua Dewan Ekonomi Nasional (DEN) Luhut Binsar Pandjaitan, optimistis pembentukan family office di Indonesia mampu menarik dana jumbo dari kawasan Timur Tengah.
Menurut Luhut, Indonesia berpotensi menjadi tempat penyimpanan dan pengelolaan aset bernilai ratusan miliar dolar Amerika Serikat.
Baca Juga: Timur Tengah Sengsara Gegara Kesalahan Amerika Serikat Berani Serang Iran, Kata Pengamat
“Kita tidak berharap bisa mendapatkan USD 100-200 miliar dalam semalam. Namun jika mereka ingin menaruhnya di sini, itu bakal turut membawa kredibilitas dan kepercayaan,” ujar Luhut di Jakarta.
Ia mengatakan dana besar dari Timur Tengah selama ini terus bergerak mencari lokasi investasi yang aman dan memiliki regulasi kuat.
Karena itu, pemerintah tengah menyiapkan kerangka hukum untuk mendukung ekosistem family office di Indonesia.
Luhut menilai keberhasilan menarik dana global tidak hanya berdampak pada investasi, tetapi juga meningkatkan reputasi ekonomi Indonesia di mata internasional.
“Itulah yang kita harapkan saat ini dalam mendorong Indonesia ke situasi yang lebih baik,” katanya.
Pemerintah juga berharap family office dapat mengurangi arus modal keluar dari Indonesia.
Selama ini, banyak orang kaya Indonesia memilih menyimpan dan mengelola aset mereka di Singapura, Hong Kong hingga Eropa.
Menurut anggota DEN, Septian Hario Seto kondisi tersebut membuat Indonesia kehilangan potensi devisa dan penguatan sektor keuangan domestik.
Baca Juga: 'Bapak Jangan Arogan', Momen Gubernur Kaltim Rudy Mas’ud Respons Desakan Mundur Jadi Sorotan
Karena itu, family office dipandang sebagai strategi jangka panjang untuk menjaga modal tetap berputar di dalam negeri.





