Grid.ID - Aksi Dedi Mulyadi tegaskan tak boleh ada siswa titipan di Sekolah Maung mendadak ramai jadi perbincangan. Gubernur Jawa Barat itu bahkan sampai menyampaikan konsekuensi (hukuman) apabila modus penitipian siswa terjadi.
Seperti yang diketahui Pendaftaran hari pertama SPMB Jabar 2026 dibuka untuk Sekolah Manusia Unggul (Maung) pada Senin (25/5/2026). Di momen itu, Dedi Mulyadi tegaskan tak boleh ada siswa titipan di Sekolah Maung.
Hal itu pun disampaikan Dedi Mulyadi di akun Instagram pribadinya.
"Karena ini adalah anak-anak yang punya kualifikasi unggul baik di bidang akademik maupun nonakademik,
Tidak boleh sekolah unggul ada titipan dari siapapun atas nama apapun dan untuk kepentingan apapun," beber Dedi Mulyadi dikutip Grid.ID dari Instagram @dedimulyadi71, Senin (25/5/2026).
Sekedar informasi, Sekolah Maung sendiri adalah sekolah-sekolah yang memfokuskan penerimaan kepada siswa berprestasi baik akademik maupun nonakademik.
Itulah sebabnya Dedi meminta seluruh jajaran sekolah mematuhi kebijakannya.
Yakni untuk tetap menjaga integritas selama pelaksanaan Sistem Penerimaan Murid Baru Jawa Barat (SPMB Jabar) 2026.
"Saya minta kepada seluruh jajaran kepala sekolah dan stafnya untuk menjaga integritas, menghindar dari berbagai praktik yang bertentangan dengan prinsip keunggulan itu sendiri," imbuhnya.
Tak berhenti sampai di situ, pria yang akrab di KDM itu kali ini benar-benar tidak akan segan memberi sanksi tegas. Yakni apabila tetap melanggar soal murid titipan.
"Saya tidak segan-segan memberhentikan kepala sekolah, panitia, siapapun yang terlibat dari proses tidak terpuji pada sekolah unggul, manusia unggul yang akan diciptakan," beber Dedi Mulyadi.
"Tidak boleh ada budaya titip-menitip. Kami tidak akan segan-segan untuk memproses hukum bagi siapapun yang terbukti terlibat melakukan penyimpangan dalam menerima siswa baru di Sekolah Maung," imbuhnya.
Pasalnya, jika ketahuan, meski Dedi Mulyadi tegaskan tak boleh ada siswa titipan di Sekolah Maung, ia akan memberi hukuman. Bahkan hukuman itu akan diberikan kepada sekolah, serta akan mengumumkan nama orang tua atau wali yang menitipkan anaknya ke Sekolah Maung.
"Kami juga akan mengumumkan kepada publik siapa-siapa yang menitipkan anaknya di sekolah unggul, yang melanggar prinsip-prinsip transparansi dan keunggulan sekolah itu sendiri," tegas Dedi.
"Saya yakin kita semua bisa bekerja dengan baik, mari kita wujudkan anak-anak kita menjadi anak berprestasi tanpa intervensi orang tuanya," tandasnya. (*)
Artikel Asli




