Kronologi Pocong Jadi-jadian Teror Warga di Kediri, Ternyata Kelakuan Remaja Iseng sampai Polisi Lakukan ini

grid.id
8 jam lalu
Cover Berita

Grid.ID - Pocong jadi-jadian kini teror warga di Kediri. Ternyata gegara kelakuan remaja iseng sampai polisi lakukan ini.

Video viral yang memperlihatkan sosok pocong diamankan warga bersama polisi di Kecamatan Plosoklaten Kabupaten Kediri, Jawa Timur, akhirnya terungkap.

Berikut kronologi pocong jadi-jadian teror warga di Kediri. Ternyata gegara kelakuan remaja iseng sampai polisi turun tangan.

Sosok pocong yang sempat menghebohkan warga ternyata diketahui hanyalah seorang pelajar yang sedang membuat konten media sosial bersama teman-temannya. Kejadian itu berlangsung di Jalan Raya Brenggolo–Plosoklaten, Desa Brenggolo, Kecamatan Plosoklaten, pada Sabtu (23/5/2026) sekitar pukul 22.00 WIB.

Awalnya, warga melihat sosok menyerupai pocong sedang dibonceng sepeda motor melintasi jalan desa pada malam hari. Penampakan tersebut membuat masyarakat curiga sekaligus panik.

Tak berselang lama, sejumlah warga kemudian berinisiatif mengejar rombongan remaja tersebut.

Berdasarkan informasi yang dihimpun, ada lima remaja yang datang menggunakan dua sepeda motor. Saat dikejar warga, dua orang berhasil melarikan diri.

Sementara tiga remaja lainnya, termasuk yang mengenakan kostum pocong, berhasil diamankan warga. Ketiganya masing-masing berinisial R (15), M (14), dan R (16). Mereka diketahui masih berstatus pelajar dan berasal dari wilayah Kecamatan Plosoklaten, Kabupaten Kediri.

Warga selanjutnya membawa ketiga remaja tersebut ke Polsek Plosoklaten untuk dimintai keterangan terkait aksi yang sempat viral di media sosial itu.

Kasatreskrim Polres Kediri AKP Joshua Peter Krisnawan melalui Kanit PPA, Eko Idya Sunarwan, mengatakan ketiga pelajar tersebut telah diamankan dan masih menjalani pemeriksaan lebih lanjut.

"Sudah kami amankan dan kami periksa. Pelaku masih anak," jelas Eko, dikutip dari TribunJatim.com.

 

Berdasarkan hasil pemeriksaan sementara, aksi tersebut dilakukan semata-mata untuk membuat konten hiburan di media sosial dengan mengikuti tren video pocong yang tengah ramai di internet.

Para pelajar itu mengaku ingin membuat video untuk diunggah ke status WhatsApp maupun platform media sosial lainnya agar terlihat seru dan menghibur teman-teman mereka.

Namun, sebelum mereka sempat merekam aksi tersebut sendiri, sosok pocong itu terlebih dahulu direkam oleh warga. Video tersebut kemudian telanjur menyebar luas di media sosial hingga menjadi viral.

"Mereka cuma buat konten saja," imbuh Eko.

Dalam penanganan perkara tersebut, polisi turut menyita sejumlah barang bukti, di antaranya kain putih yang menyerupai kostum pocong, tali kain berwarna hitam, ikat pinggang hitam, serta sebuah telepon genggam.

Saat ini, ketiga pelajar tersebut masih menjalani pemeriksaan di Unit PPA Polres Kediri dengan didampingi orang tua masing-masing karena status mereka masih di bawah umur.

Pihak kepolisian juga mengingatkan masyarakat, terutama kalangan remaja, agar tidak membuat konten yang berpotensi menimbulkan keresahan hanya demi mencari perhatian atau viral di media sosial.

"Masih menunggu pelapor dan orang tua anak," tandas Eko.

Berita Lain

Kabar mengenai kemunculan pocong di Desa Air Kuning, Kecamatan Jembrana, Bali, sempat membuat warga geger setelah ramai diperbincangkan di media sosial. Namun, Kapolsek Jembrana I Ngurah Made Agus Dwi Widiatmika Putra menegaskan bahwa informasi tersebut tidak benar alias hoaks.

“Kami mengimbau masyarakat agar tidak mudah terpancing isu yang belum terverifikasi kebenarannya,” kata dia dalam keterangannya, dikutip dari Kompas.com.

 

Informasi soal kemunculan pocong tersebut pertama kali muncul melalui unggahan akun Facebook bernama “Bacang Kentung” di grup “Info Jembrana” pada Minggu (24/5/2026) malam. Dalam unggahan itu disebutkan adanya sosok pocong jadi-jadian di wilayah Air Kuning. Kabar tersebut kemudian menarik perhatian warga dan ramai dibicarakan di media sosial.

Kapolsek Jembrana I Ngurah Made Agus Dwi Widiatmika Putra mengatakan, hasil pengecekan di lapangan menunjukkan bahwa informasi dalam unggahan tersebut tidak terbukti benar. Pihak kepolisian juga memastikan kondisi keamanan di Desa Air Kuning tetap aman dan kondusif.

Kepala Desa Air Kuning, Samsudin, turut membantah kabar tersebut. Ia menegaskan perangkat desa tidak pernah menerima laporan dari warga mengenai adanya penampakan pocong.

“Kami bersama perangkat desa telah mengimbau masyarakat agar tetap tenang, tidak mudah percaya terhadap informasi yang belum jelas sumbernya,” ujar Samsudin.

Sementara itu, Kasi Humas Polres Jembrana, I Putu Budi Arnaya, mengingatkan masyarakat agar lebih bijak dan selektif dalam menerima informasi yang beredar di media sosial. Ia juga meminta warga segera melapor kepada polisi apabila menemukan informasi mencurigakan maupun potensi gangguan keamanan. (*)

 

Artikel Asli


Artikel Asli

Lanjut baca:

thumb
Menkum Supratman Optimis RUU Polri Rampung Tahun Ini
• 8 jam laludisway.id
thumb
Pengacara: PN Jakpus Tetapkan Eksekusi Pengosongan Hotel Sultan 18 Juni 2026
• 5 jam lalukumparan.com
thumb
Kok Bisa Brand Baru Bisa Mengalahkan Brand Lama?
• 16 jam lalukumparan.com
thumb
KRL Yogyakarta-Solo Ditambah 4 Perjalanan Selama Libur Panjang Iduladha
• 4 jam lalumetrotvnews.com
thumb
Kata Dasco soal Putusan MK Parpol Tak Penuhi 30% Caleg Perempuan, Gugur di Dapil
• 2 jam lalukumparan.com
Berhasil disimpan.