tvOnenews.com - Aksi Gubernur Jawa Barat Dedi Mulyadi kembali menjadi sorotan publik.
Kali ini, pria yang akrab disapa KDM itu mengeluarkan peringatan keras terkait pelaksanaan Sistem Penerimaan Murid Baru (SPMB) Jawa Barat 2026, khususnya untuk Sekolah Manusia Unggul atau yang lebih dikenal sebagai Sekolah Maung.
Pernyataan tegas tersebut disampaikan Dedi Mulyadi bertepatan dengan dibukanya pendaftaran hari pertama SPMB Jabar 2026 untuk Sekolah Maung pada Senin, 25 Mei 2026.
- jabarprov.go.id
Dalam kesempatan itu, Dedi menegaskan bahwa tidak boleh ada praktik titip-menitip siswa dengan alasan apa pun.
Menurutnya, Sekolah Maung dibentuk untuk menampung peserta didik yang memiliki kemampuan unggul, baik dalam bidang akademik maupun nonakademik.
Karena itu, seluruh proses seleksi harus berlangsung secara transparan dan berdasarkan prestasi yang dimiliki calon siswa.
"Karena ini adalah anak-anak yang punya kualifikasi unggul baik di bidang akademik maupun nonakademik. Tidak boleh sekolah unggul ada titipan dari siapapun atas nama apapun dan untuk kepentingan apapun," tegas Dedi Mulyadi melalui akun Instagram pribadinya.
- Istimewa
Sekolah Maung sendiri merupakan program pendidikan unggulan yang dirancang untuk mencetak generasi berprestasi melalui proses seleksi yang ketat.
Oleh sebab itu, Dedi meminta seluruh kepala sekolah, panitia, dan staf yang terlibat dalam proses penerimaan siswa baru menjaga integritas serta menghindari segala bentuk penyimpangan.
Ia menilai praktik titip-menitip siswa merupakan tindakan yang merusak prinsip keadilan dan bertentangan dengan tujuan utama pendirian sekolah unggulan tersebut.
Karena itu, Dedi memastikan tidak akan memberikan toleransi terhadap siapa pun yang terbukti terlibat.
- YouTube LEMBUR PAKUAN CHANNEL
"Saya minta kepada seluruh jajaran kepala sekolah dan stafnya untuk menjaga integritas, menghindar dari berbagai praktik yang bertentangan dengan prinsip keunggulan itu sendiri," ujarnya.
Tak hanya memberikan peringatan, Dedi juga menyiapkan sanksi berat bagi pihak yang nekat melanggar aturan.
Ia menegaskan siap memberhentikan kepala sekolah maupun panitia yang terbukti melakukan manipulasi dalam proses penerimaan siswa di Sekolah Maung.
"Saya tidak segan-segan memberhentikan kepala sekolah, panitia, siapapun yang terlibat dari proses tidak terpuji pada sekolah unggul, manusia unggul yang akan diciptakan," katanya.




