DLHK Banten Cek Potensi Gas Beracun Usai Ledakan Pabrik Kimia, Ini Hasilnya

detik.com
3 jam lalu
Cover Berita
Jakarta -

Dinas Lingkungan Hidup dan Kehutanan Provinsi Banten, Wawan Gunawan, menerjunkan tim pengawasan lingkungan hidup untuk menyelidiki peristiwa ledakan di pabrik kimia Cilegon. DLHK Banten menerjunkan tim untuk memantau kondisi kualitas lingkungan pasca kejadian.

"Dalam rangka memastikan kondisi kualitas lingkungan pasca kejadian, DLHK Provinsi Banten telah menghadirkan tim laboratorium lingkungan untuk melaksanakan pemantauan dan pengambilan sampel lingkungan," kata Kepala DLHK Provinsi Banten, Wawan Gunawan, kepada wartawan, Selasa (26/5/2026).

"Namun demikian, karena kondisi hujan dan faktor teknis lapangan yang tidak memungkinkan, pengambilan sampel akan dilaksanakan pada esok hari guna memastikan dampak lingkungan yang mungkin timbul akibat kejadian dimaksud," imbuhnya.

Baca juga: Bau Asap Menyengat Buntut Ledakan Pabrik Kimia di Cilegon

DLHK Banten menurunkan tim pengawasan lingkungan hidup untuk melakukan verifikasi lapangan atas kejadian itu. Berdasarkan hasil verifikasi lapangan, diketahui telah terjadi pecahnya pipa keluaran reaktor pada proses produksi PT MCCI yang mengandung campuran air dan terephthalic acid, yaitu bahan baku purified terephthalic acid (PTA) yang umum digunakan sebagai bahan dasar tekstil, botol plastik, dan produk turunannya.

DLHK Banten juga berkoordinasi dengan Gegana, Brimob, Polda Banten, Polres Cilegon, Forkopimda, dan DLH Kota Cilegon untuk menangani kejadian dan pengamanan area terdampak. Hasil deteksi awal diketahui belum ada potensi bahaya gas beracun di sekitar lokasi.

"Berdasarkan hasil deteksi awal menggunakan gas detector oleh tim Brimob dan DLH Kota Cilegon, sampai dengan saat ini belum teridentifikasi adanya potensi bahaya gas beracun maupun indikasi keadaan darurat lingkungan yang membahayakan masyarakat di sekitar lokasi kejadian," ujarnya.

Baca juga: Manajemen Ungkap Alasan Muncul Ledakan Keras dari Pabrik Kimia di Cilegon

Lebih lanjut, DLHK Banten juga melakukan rapat koordinasi bersama Wali Kota Cilegon dan para pihak terkait. Rapat tersebut menyepakati beberapa langkah tindak lanjut, seperti pembukaan pos pengaduan masyarakat terdampak, investigasi internal oleh PT MCCI terhadap penyebab kejadian, serta investigasi lanjutan oleh aparat dan instansi terkait.

"DLHK Provinsi Banten akan terus melakukan pemantauan, koordinasi, dan pengawasan terhadap penanganan kejadian dimaksud serta memastikan pelaksanaan tindak lanjut sesuai ketentuan peraturan perundang-undangan di bidang perlindungan dan pengelolaan lingkungan hidup," tuturnya.

Baca juga: Ledakan di Pabrik Kimia Cilegon, 1 Pekerja Dilarikan ke Puskesmas

Ledakan Pabrik Kimia di Cilegon

Sebelumnya, ledakan terjadi di pabrik kimia di Cilegon, Banten, hingga hingga mengeluarkan asap putih yang membubung. Asap yang berbau menyengat itu juga menyebar di sekitar area pabrik.

Dirangkum detikcom, Selasa (26/5/2026), peristiwa ledakan itu terjadi sekitar pukul 14.30 WIB, Senin (25/5). Ledakan dan suara sirene terdengar oleh warga sekitar. Kepulan asap putih kemudian memenuhi lokasi sekitar pabrik.

"Kalau yang saya rasakan cuma tadi ada ledakan kemudian ada suara sirene. Itu dari PT MCCI, bau menyengatnya itu kayak ban terbakar di sekitar Gerem," kata warga sekitar pabrik, Faturrohmi, kepada wartawan, Senin (25/5).




(yld/maa)

Artikel Asli

Lanjut baca:

thumb
Apa Saja Keunggulan yang Ditawarkan PHEV Milik BYD?
• 23 jam lalumedcom.id
thumb
RUPST, CBRE Kantongi Persetujuan Pemegang Saham Terkait Rights Issue
• 14 jam laluidxchannel.com
thumb
Menhaj Kunjungi Tenda Jemaah Haji di Arafah, Pastikan Tiap Orang Dapat Satu Kasur
• 2 jam lalukompas.tv
thumb
Tinggalkan Trauma Perang Dunia II, Jerman Kini Agresif Bangun Militer
• 16 jam lalucnbcindonesia.com
thumb
KPK Periksa Anggota DPRD Rejang Lebong Terkait Kasus Bupati
• 22 jam laluokezone.com
Berhasil disimpan.