Penanganan stroke jadi tantangan bagi wilayah dengan prevalensi tinggi

antaranews.com
6 jam lalu
Cover Berita
Jakarta (ANTARA) - Chief Executive Officer Siloam Hospitals Dhirga Surya Medan Hartono Teguh Wijaya mengatakan bahwa penanganan stroke masih menjadi tantangan serius di Indonesia, terutama pada wilayah dengan prevalensi tinggi seperti Sumatera Utara.

Dalam keterangan resminya di Jakarta, Selasa, Hartono menyampaikan bahwa prevalensi stroke di Sumatera Utara berada di kisaran 9,3 persen, sehingga menjadikannya salah satu wilayah dengan beban kasus signifikan secara nasional.

Dalam kondisi ini, kecepatan penanganan dan keberadaan fasilitas kesehatan dengan standar penanganan yang cepat dan terintegrasi menjadi faktor penentu utama keselamatan pasien.

Dia menjelaskan kedua faktor itu sangat penting dalam mengatasi periode kritis yang dikenal sebagai periode emas (golden period), yakni kurang dari 4,5 jam sejak gejala pertama muncul.

Penanganan dalam rentang waktu ini dapat meningkatkan peluang pemulihan serta mengurangi risiko kecacatan permanen.

Baca juga: Cek tekanan darah rutin di rumah untuk cegah hipertensi dan stroke

Menurutnya, tantangan untuk menangani stroke juga diperlukan kecepatan penanganan awal pasien (door-to-needle time) serta kemampuan melakukan tindakan lanjutan seperti trombektomi menjadi bagian dari penilaian.

Keberhasilan ini juga didukung oleh kolaborasi tim medis lintas spesialis, termasuk neurologi, radiologi, dan bedah saraf, yang berperan dalam memastikan standar layanan berjalan optimal.

Di sisi lain, peningkatan layanan stroke tidak hanya bergantung pada teknologi, tetapi juga pada kesadaran masyarakat.

Hal lain yang ia sampaikan yakni terkait dengan edukasi mengenai gejala awal stroke dan pentingnya penanganan cepat yang dinilai menjadi faktor penting dalam menekan angka keterlambatan penanganan.

"Dengan adanya fasilitas berstandar internasional di daerah, diharapkan akses masyarakat terhadap layanan penanganan stroke yang cepat dan tepat dapat semakin luas, sekaligus meningkatkan peluang keselamatan pasien di Indonesia," kata Hartono.

Dalam kesempatan itu, dia turut menyampaikan bahwa rumah sakitnya sudah meraih sertifikasi Advanced Stroke Centre dari World Stroke Organization.

“Ini bukan sekadar penghargaan, tetapi komitmen kami untuk memastikan pasien mendapatkan penanganan stroke terbaik tanpa harus ke luar negeri,” ujarnya.

Dia menjelaskan sertifikasi Advanced Stroke Centre diberikan kepada fasilitas kesehatan yang memenuhi standar tinggi dalam penanganan stroke, mulai dari diagnosis cepat, intervensi medis lanjutan, hingga rehabilitasi berbasis bukti.

Baca juga: Gejala "heat stroke" anak dan cara mencegahnya

Baca juga: Atrial fibrilasi jadi salah satu penyebab utama stroke iskemik

Baca juga: Gejala atrial fibrilasi penyebab stroke yang jarang diwaspadai


Artikel Asli

Lanjut baca:

thumb
Calvin Dores Dilarikan ke Rumah Sakit Karena Serangan Jantung
• 22 jam lalukumparan.com
thumb
Viral Pria Mengaku Sultan Tipu Warga Banyumas Rp50 Juta, Janjikan Berangkat Haji
• 2 jam lalurctiplus.com
thumb
Buruh Indomaret Mengaku Diintimidasi jika Tolak Skema Lembur Baru
• 3 jam lalukompas.com
thumb
Nenad Bacina dan Peluang Pulang ke PSM Makassar
• 30 menit lalucelebesmedia.id
thumb
SIM Digital Mulai Uji Coba, Pengendara Bisa Tunjukkan Lewat Ponsel
• 22 jam lalukumparan.com
Berhasil disimpan.