HARIAN FAJAR, BANDUNG – Era kepelatihan Bojan Hodak bersama Persib Bandung memang resmi berakhir pada musim 2025/2026. Namun, sosok pelatih yang sukses membawa Maung Bandung meraih hattrick juara itu ternyata tidak benar-benar pergi. Persib justru menyiapkan jabatan baru yang sangat strategis. Apa saja tugas barunya?
Pelatih asal Kroasia tersebut kini dipercaya mengemban peran sebagai Shareholder Group Technik Advisor, posisi penting di balik layar yang akan tetap membuatnya terlibat dalam pembangunan kekuatan Persib Bandung untuk beberapa musim ke depan.
Keputusan Persib mempertahankan Bojan Hodak bukan tanpa alasan. Selama tiga musim terakhir, ia berhasil mengubah Maung Bandung menjadi tim paling dominan di sepak bola Indonesia.
Sejak datang pada awal musim 2023/2024, Bojan Hodak langsung membawa Persib meraih gelar juara. Kesuksesan itu berlanjut pada musim 2024/2025 dan kembali terulang di musim 2025/2026, menjadikan Persib mencetak hattrick gelar juara secara beruntun.
Catatan statistiknya pun sangat impresif. Dari total 116 pertandingan di semua kompetisi, Bojan Hodak sukses mencatatkan 67 kemenangan, 34 hasil imbang, dan hanya 15 kekalahan.
Prestasi itulah yang membuat Persib tetap mempertahankan pengaruh Bojan di dalam struktur klub meski tak lagi berada di kursi pelatih kepala.
“Setelah sukses membawa Persib mendominasi sepak bola Indonesia dalam tiga musim terakhir, Bojan Hodak akan mengosongkan kursi Head Coach dan kini menjalani peran baru sebagai Shareholder Group Technik Advisor dan turut membantu melanjutkan warisan kesuksesan untuk masa yang akan datang,” tulis unggahan Instagram resmi @persib.
“Once a blue, always guiding the blue.”
Tugas Shareholder Group Technik Advisor
Posisi Shareholder Group Technik Advisor bukan sekadar jabatan simbolis. Dalam struktur modern sepak bola, peran ini sangat penting karena berkaitan langsung dengan arah teknis dan pembangunan klub.
Seorang penasihat teknis grup pemilik biasanya bertugas memberikan masukan strategis kepada manajemen terkait pengembangan tim. Posisi tersebut kerap disebut sebagai “otak teknis” di balik layar.
Bojan Hodak nantinya bisa terlibat dalam proses scouting pemain, memberikan rekomendasi transfer, membantu menentukan filosofi permainan, hingga menjadi penghubung antara manajemen dan tim teknis.
Dengan pengalaman dan pemahamannya terhadap kultur Persib, kehadiran Bojan di posisi baru diyakini akan menjaga fondasi kuat yang sudah dibangun selama tiga musim terakhir.
Jaga Kesinambungan Prestasi
Deputy CEO PT Persib Bandung Bermartabat, Adhitia Putra Herawan, menegaskan bahwa perubahan struktur di tubuh Persib merupakan bagian dari proses kesinambungan jangka panjang.
“Apa yang dilakukan Persib hari ini merupakan bagian dari proses kesinambungan. Kami ingin memastikan fondasi kuat yang telah dibangun dalam beberapa musim terakhir dapat terus berkembang dan menjadi kekuatan bagi klub ke depannya,” ujar Adhitia, dikutip dari laman resmi klub.
Ia juga memberikan apresiasi tinggi terhadap kontribusi besar Bojan Hodak selama menangani Persib.
“Coach Bojan memberikan kontribusi yang luar biasa bagi Persib melalui prestasi, mentalitas, serta standar yang dibangun bersama tim. Kami menyampaikan apresiasi setinggi-tingginya atas dedikasi dan kepemimpinannya sepanjang perjalanan bersejarah ini,” lanjutnya.
Igor Tolic Penerus Bojan Hodak
Seiring berakhirnya era Bojan Hodak sebagai pelatih kepala, posisi tersebut akan diteruskan oleh asistennya, Igor Tolic. Igor Tolic bakal memimpin tim kepelatihan Persib Bandung untuk musim 2026/2027.
Igor Tolic akan menghadapi tantangan besar untuk melanjutkan warisan kesuksesan yang telah dibangun Bojan Hodak selama tiga musim terakhir.
Menarik dinantikan bagaimana kiprah Persib Bandung di era baru nanti, terlebih meski tak lagi berdiri di pinggir lapangan, pengaruh Bojan Hodak dipastikan masih akan terasa kuat di balik layar Maung Bandung. (*)





