Bisnis.com, DENPASAR — PT ASDP Indonesia Ferry (Persero) melakukan antisipasi lonjakan penumpang di penyeberangan Gilimanuk–Ketapang selama libur Iduladha di tengah kondisi cuaca di perairan Selat Bali yang cukup dinamis.
Corporate Secretary ASDP Windy Andale menjelaskan bahwa cuaca perairan Selat Bali cenderung berubah cepat dalam beberapa hari terakhir.
Perubahan kondisi cuaca di Selat Bali sebelumnya berdampak pada penyesuaian operasional kapal, terutama saat proses manuver sandar dan bongkar muat yang harus dilakukan lebih hati-hati. Situasi tersebut menyebabkan antrean kendaraan di sejumlah titik sekitar pelabuhan. Namun, ASDP memastikan langkah penanganan dilakukan cepat dan terukur agar arus kendaraan tetap bergerak.
Berdasarkan data periode Kamis (21/5) hingga Minggu (24/5) pukul 18.00 WIB, lintasan Ketapang–Gilimanuk telah melayani 14.936 unit kendaraan dengan dominasi truk logistik serta total 51.465 penumpang. Sementara dari arah Gilimanuk–Ketapang tercatat sebanyak 20.392 unit kendaraan dan 67.546 penumpang berhasil diseberangkan.
“Kami memahami adanya peningkatan waktu tunggu menjadi perhatian pengguna jasa. Namun dalam kondisi cuaca yang dinamis, seluruh proses pelayanan harus dilakukan dengan prinsip kehati-hatian. Keselamatan tidak bisa dikompromikan dan menjadi prioritas utama dalam setiap perjalanan penyeberangan,” ujarnya, dikutip dari keterangan pada Selasa (26/5/2026).
Terkait kesiapan menghadapi libur panjang Iduladha, termasuk pascainsiden dua kapal kandas di lintasan Ketapang–Gilimanuk beberapa hari lalu, ASDP memastikan evaluasi operasional telah dilakukan secara menyeluruh bersama regulator dan seluruh pemangku kepentingan. Penguatan prosedur keselamatan pelayaran, pengaturan pola operasi kapal, hingga kesiapsiagaan petugas lapangan terus ditingkatkan agar layanan tetap aman dan lancar.
Baca Juga
- Libur Iduladha 2026, Antrean Penyeberangan Diprediksi Naik 20%
- Antrean Ekstrem Berulang, MTI Minta Pemerintah Segera Benahi Pelabuhan
- Moorlife Ekspor Alat Rumah Tangga ke Tujuh Negara
ASDP juga mengoptimalkan fungsi kantong parkir Bulusan sebagai bagian dari manajemen trafik terpadu yang mampu menampung hingga 400 unit truk logistik. Selain itu, penambahan personel BKO disiagakan di titik-titik krusial untuk memastikan arus kendaraan tetap bergerak dan tidak mengalami stagnasi panjang.
ASDP turut memperkuat layanan penyeberangan di lintasan Ketapang–Gilimanuk melalui penambahan armada perbantuan KMP Rodhita. Kapal berukuran 1.236 GT yang sebelumnya beroperasi di lintasan Lembar–Padangbai tersebut disiagakan untuk mengantisipasi potensi peningkatan volume kendaraan dan penumpang di Pelabuhan Ketapang maupun Gilimanuk.
KMP Rodhita memiliki kapasitas angkut hingga 58 unit kendaraan kecil atau sekitar 30 unit kendaraan campuran, sehingga diharapkan dapat membantu menjaga kelancaran arus penyeberangan selama periode libur Iduladha.
General Manager ASDP Ketapang Arief Eko Kurniansjah menegaskan bahwa fokus utama di lapangan adalah menjaga kelancaran distribusi kendaraan secara bertahap dan tertib.
“Antrean yang terbentuk harus tetap bergerak. Itu yang paling penting. Karena itu kami memastikan seluruh pola pengaturan kendaraan berjalan terkoordinasi sehingga kepadatan di area pelabuhan tetap terkendali,” jelasnya.
Kondisi di lapangan kini berangsur membaik. Per pukul 12.30 WIB pada Minggu (24/5), antrean kendaraan di Pelabuhan Ketapang telah berhasil terurai. Jalur utara dari arah Situbondo yang sebelumnya sempat mengalami antrean hingga sekitar Grand Watu Dodol kini kembali normal, dengan kendaraan logistik tertampung di area Bulusan.
ASDP mengimbau masyarakat yang akan menyeberang saat libur Iduladha agar merencanakan perjalanan lebih awal, membeli tiket melalui aplikasi Ferizy sebelum tiba di pelabuhan, serta memastikan kondisi fisik dan kendaraan dalam keadaan prima demi kenyamanan dan keselamatan perjalanan.





