MOSKOW – Rusia pada Senin (25/5/2026) memperingatkan warga negara asing dan diplomat untuk meninggalkan Kyiv menjelang apa yang digambarkan Moskow sebagai serangan terencana terhadap "pusat pengambilan keputusan" di ibu kota Ukraina tersebut.
Dalam sebuah pernyataan, Kementerian Luar Negeri Rusia mengatakan bahwa serangan pembalasan akan menargetkan "pusat pengambilan keputusan dan pos komando" Ukraina. Kementerian tersebut mendesak warga negara asing, termasuk personel diplomatik dan organisasi internasional, untuk meninggalkan Kyiv "sesegera mungkin."
Peringatan itu disampaikan menyusul serangan Ukraina yang menewaskan enam warga sipil di Rusia.
Di wilayah Bryansk, Pelaksana Tugas Gubernur Yegor Kovalchuk mengatakan satu orang tewas dan satu lainnya terluka dalam serangan artileri di desa Belaya Beryozka. Beberapa gedung apartemen, rumah, dan fasilitas umum juga rusak.
Sementara di wilayah Donetsk yang dikuasai Rusia, empat orang, termasuk dua anak di bawah umur, tewas dalam serangan drone Ukraina, menurut Wali Kota Ivan Gorlovkin yang diangkat Rusia.



