Dokter Koboi Luncurkan Buku “Hitam Itu Bukan Sekadar Warna” di Malaysia

terkini.id
8 jam lalu
Cover Berita

Terkini, Malaysia — Tokoh muda penggerak literasi asal Makassar, dr. Wachyudi Muchsin, SH., M.Kes., C.Med., kembali mencatatkan kiprah internasional melalui peluncuran buku terbarunya berjudul “Hitam Itu Bukan Sekadar Warna: Rahasia Psikologi Kepribadian di Balik Mereka yang Mencintai Hitam” di Malaysia.

Sosok yang dikenal luas dengan julukan “Dokter Koboi” tersebut memperkenalkan karya psikologi populer itu dalam agenda launching internasional sebagai bagian dari upaya memperluas pengaruh literasi Indonesia di kawasan Asia Tenggara.

Peluncuran buku tersebut dihadiri sejumlah tokoh nasional dan regional, di antaranya Kepala Badan Pengawas Obat dan Makanan Republik Indonesia (BPOM RI) Prof. Dr. Taruna Ikrar, M.Biomed., Wakil Menteri Ketenagakerjaan RI Afriansyah Noor, serta Bupati Tanah Bumbu, Kalimantan Selatan, Andi Rudi Latif.

Turut hadir Ketua Dharma Wanita Persatuan BPOM RI dr. Elfi Wardaningsih, Tim Ahli Kepala BPOM RI Dr. Andi Armyn Nurdin, serta Staf Khusus Kepala BPOM RI Bidang Kebijakan Pengawasan Sediaan Farmasi dan Pangan Olahan, Hj. Nor Andi Arina Wati Arsyad bersama jajaran keluarga besar BPOM RI lainnya.

Kehadiran para tokoh tersebut dinilai memperkuat makna strategis peluncuran buku yang membawa semangat literasi Indonesia ke level internasional.

Buku ini menjadi karya kelima dr. Wachyudi Muchsin yang dikenal sebagai dokter, akademisi, aktivis kemanusiaan, sekaligus pejabat publik asal Makassar, Sulawesi Selatan. Saat ini, ia juga mengemban amanah sebagai Staf Khusus Kepala BPOM RI.

Selain aktif di bidang kesehatan, Dokter Koboi dikenal luas sebagai pegiat literasi yang menggagas program Gerakan Makassar Gemar Membaca (GMGM) sejak 2005.

Program tersebut kini menjadi salah satu percontohan nasional dalam penguatan budaya baca masyarakat.

Julukan “Dokter Koboi” juga identik dengan penampilannya yang selalu mengenakan pakaian serba hitam dalam berbagai aktivitas publik.

Gaya khas tersebut kemudian menginspirasi lahirnya buku yang mengulas filosofi dan makna psikologis warna hitam sebagai simbol keteguhan, ketenangan, independensi, hingga kedalaman berpikir seseorang.

Dalam sambutannya, Wakil Menteri Ketenagakerjaan RI Afriansyah Noor menilai dr. Wachyudi Muchsin sebagai figur muda kreatif yang mampu memadukan dunia kesehatan, literasi, dan pendekatan humanis kepada masyarakat.

“Dokter Koboi bukan hanya seorang praktisi kesehatan, tetapi juga figur literasi yang mampu membaca fenomena sosial dengan pendekatan sederhana namun memiliki makna mendalam. Buku ini memperlihatkan bagaimana pemikiran kreatif anak bangsa bisa diterima di tingkat regional,” ujar Afriansyah Noor.

Sementara itu, Kepala BPOM RI Prof. Dr. Taruna Ikrar memberikan apresiasi atas konsistensi dr. Wachyudi Muchsin dalam membangun budaya literasi dan komunikasi publik.

“Dokter Koboi adalah pribadi yang konsisten membangun literasi dengan gaya khas dan autentik. Buku ini menjadi bukti bahwa kreativitas, keberanian berpikir, dan konsistensi dapat melahirkan karya yang memiliki daya tarik internasional,” kata Taruna Ikrar.

Dalam kesempatan tersebut, dr. Wachyudi Muchsin menjelaskan bahwa buku tersebut lahir dari pengamatan panjang terhadap fenomena psikologi warna dalam kehidupan sosial masyarakat.

Menurutnya, pilihan warna sering kali mencerminkan kondisi emosional, cara berpikir, hingga karakter dasar seseorang. Warna hitam kerap diasosiasikan dengan pribadi yang independen, elegan, kritis, tenang, dan memiliki kedalaman berpikir yang kuat.

“Buku ini ingin mengajak masyarakat memahami bahwa warna bukan hanya soal estetika, tetapi juga dapat menjadi refleksi psikologis manusia. Di balik warna hitam, ada filosofi keteguhan, ketenangan, dan kekuatan karakter yang sering kali tidak disadari,” ujar dr. Wachyudi Muchsin.

Peluncuran buku tersebut juga disambut antusias para peserta yang terlibat aktif dalam dialog mengenai hubungan antara warna, identitas diri, citra sosial, hingga perilaku manusia di era digital.

Tema psikologi warna dinilai relevan dengan kehidupan modern, terutama ketika identitas visual menjadi bagian penting dalam membangun personal branding dan komunikasi sosial.

Selain dipasarkan secara langsung dalam launching internasional di Malaysia, buku “Hitam Itu Bukan Sekadar Warna” juga telah tersedia melalui platform penjualan daring, termasuk Gramedia Online dan Shopee.

Peluncuran internasional ini diharapkan menjadi langkah strategis dalam memperkuat kolaborasi budaya dan intelektual antara Indonesia dan Malaysia, sekaligus membuka ruang lebih luas bagi perkembangan literasi psikologi populer karya anak bangsa di tingkat regional.

Buku tersebut diharapkan tidak hanya menjadi bacaan reflektif, tetapi juga referensi inspiratif bagi generasi muda, akademisi, dan masyarakat umum yang ingin memahami lebih dalam hubungan antara warna, emosi, dan karakter manusia di tengah dinamika kehidupan modern.


Artikel Asli

Lanjut baca:

thumb
Polda Lampung Terapkan Patroli Barcode Cegah Kriminalitas, Aktivitas Polisi Dipantau Real Time
• 7 jam lalurctiplus.com
thumb
Agung Sedayu Group Ajak Masyarakat Salat Iduladha di Kawasan PIK dan PIK2
• 9 jam lalujpnn.com
thumb
Jelang Libur Lebaran Haji, IHSG Naik 0,18% ke Level 6.217 Pagi Ini
• 10 jam lalumetrotvnews.com
thumb
Tata Cara Salat Idul Adha 2026 Lengkap dengan Niat, Bacaan dan Waktu Pelaksanaan Sesuai Sunnah
• 22 menit laluviva.co.id
thumb
Perang AS-Iran Mulai Ganggu Ekonomi Malaysia, PHK hingga Biaya Logistik Naik
• 17 jam lalukumparan.com
Berhasil disimpan.