EtIndonesia. Dari Sabtu malam hingga Minggu pagi (23–24 Mei), Rusia melancarkan serangan besar-besaran menggunakan rudal dan drone terhadap ibu kota Ukraina, Kyiv. Rusia dilaporkan menggunakan rudal balistik hipersonik “Oreshnik”, yang menyebabkan sedikitnya 2 orang tewas dan 83 orang terluka. Pihak Rusia menyatakan serangan itu merupakan balasan atas serangan Ukraina sebelumnya terhadap “fasilitas sipil”.
Angkatan Udara Ukraina menyatakan bahwa dalam serangan terhadap Kyiv kali ini, militer Rusia mengerahkan sekitar 600 drone serang dan 90 rudal yang diluncurkan dari darat, laut, dan udara. Serangan tersebut menghantam sedikitnya sembilan distrik administratif. Banyak gedung apartemen dan pasar di pusat kota terbakar hebat, sementara petugas pemadam kebakaran bekerja sepanjang malam untuk memadamkan api.
Seorang warga setempat, Marashenko, mengatakan: “Ini adalah Pasar Lukyanivskyi. Serangan terjadi sekitar pukul 03.00 pagi tadi, dan kalian bisa melihat sendiri kerusakannya.”
Presiden Ukraina, Volodymyr Zelenskyy, mengatakan bahwa Rusia harus membayar harga atas serangan-serangan tersebut.
“Tiga rudal Rusia menyerang fasilitas pasokan air, membakar sebuah pasar dan puluhan bangunan tempat tinggal, merusak beberapa sekolah umum, serta menembakkan rudal Oreshnik ke kota Bila Tserkva. Ini sama sekali tidak dapat diterima. Yang penting, Rusia tidak boleh lolos tanpa konsekuensi,” katanya.
Kementerian Pertahanan Rusia menyatakan bahwa serangan ini dilakukan sebagai balasan atas serangan Ukraina terhadap “fasilitas sipil di wilayah Rusia”, namun tidak memberikan rincian lebih lanjut.
Presiden Rusia, Vladimir Putin, sebelumnya mengecam serangan drone Ukraina terhadap sebuah asrama universitas di wilayah Ukraina timur yang diduduki Rusia, dan memerintahkan militer untuk menyiapkan rencana pembalasan.
Saat ini, konflik Rusia-Ukraina terus meningkat.
Sumber : NTDTV.com





