HARIAN.FAJAR.CO.ID, GOWA–Sejak wacana hak angket mencuat, Bupati Gowa St Husniah Talenrang memilih jalan tenang: diam. Dia tak memberikan keterangan sama sekali.
Langkah ini disinyalir sebagai upaya agar persoalan tidak makin menggelinding panas. Hanya timnya yang memberi keterangan ihwal hak angket yang kini jadi keputusan DPRD Gowa secara kelembagaan dengan membentuk pansus.
“Untuk hak angket ini, saya belum bisa tanggapi lebih jauh,” ujar Tim Hukum Husniah Talenrang, Mutaharrik Pallimae Yusuf, malam tadi.
Dia belum menjelaskan detail upaya hukum terkait persoalan ini. Hingga kini, mereka belum menerima ataupun mempelajari secara resmi keputusan DPRD terkait hak angket tersebut. Mereka akan mengkaji jika surat resmi telah diterima.
“Surat resmi keputusannya dari DPRD belum saya baca, tentang dalam hal apa dan bagaimana ini berjalan,” sambung Mutaharrik.
Kemungkinan respons resmi nantinya akan disampaikan tim Husniah setelah surat pemberitahuan diterima secara resmi.
“Pihak pimpinan jika telah menerima surat pemberitahuannya, kemungkinannya akan menanggapi hasil tersebut. Mengenai langkah dan upaya apa, saya belum mengetahui,” ujarnya.
Mereka menunggu dokumen resmi DPRD sebelum menentukan sikap politik maupun langkah hukum terhadap penggunaan hak angket tersebut. Saat ditanya apakah sudah ada penyampaian atau arahan langsung dari Bupati Gowa terkait polemik yang berkembang, Mutaharrik menegaskan belum ada tanggapan resmi yang diterimanya.
“Belum ada penyampaian atau tanggapan resminya kepada saya,” katanya lagi. Terkait adanya laporan ke aparat penegak hukum (APH), Mutaharrik belum memberikan respons lebih jauh.
Diketahui, DPRD Gowa sebelumnya mengusulkan penggunaan hak angket untuk menelusuri sejumlah persoalan yang berkembang, termasuk dugaan relasi personal yang menyeret nama kepala daerah tersebut.
Wacana itu memicu perhatian publik karena dinilai dapat berdampak pada stabilitas politik dan jalannya pemerintahan di Kabupaten Gowa. Hingga kini, belum ada pernyataan resmi langsung dari pihak Bupati Gowa terkait dinamika politik tersebut. (an/zuk)





