Seorang Pria di Guangxi, Tiongkok Menikam Sejumlah Polisi di Jalanan, Warga Ungkap Motif Pelaku

erabaru.net
5 jam lalu
Cover Berita

EtIndonesia. Baru-baru ini, terjadi insiden seorang pria menyerang polisi dengan pisau di jalanan Kota Wushi, Kabupaten Luchuan, Kota Yulin, Guangxi, Tiongkok.  Insiden tersebut menyebabkan beberapa orang terluka. Warga setempat membocorkan bahwa motif pelaku diduga karena dendam lama terhadap polisi lalu lintas dan melakukan aksi balas dendam.

Video yang beredar di internet menunjukkan seorang pria berpakaian hitam memegang dua pisau tajam di sebuah pasar di kota tersebut dan bentrok dengan beberapa polisi lalu lintas. Pria itu menikam seorang polisi hingga tubuh polisi tersebut berlumuran darah dan roboh di pinggir jalan. Setelah itu, beberapa polisi menggunakan tongkat dan alat penangkap untuk melawan pelaku dari jarak dekat, namun beberapa polisi justru ikut terluka akibat tusukan pelaku.

Pada 22 Mei, Biro Keamanan Publik Kabupaten Luchuan mengeluarkan pernyataan bahwa sekitar pukul 09.50 pagi, terjadi kasus penikaman di Jalan Jianshe Timur, Kota Wushi. Tersangka bermarga Wen (pria, 30 tahun) melukai dua warga sipil, dan lima petugas polisi terluka saat berusaha menghentikannya. Wen ditangkap di tempat kejadian. Seluruh korban telah dibawa ke rumah sakit.

Menurut laporan The Epoch Times, warga setempat yang mengetahui kejadian tersebut mengungkap detail insiden dan mengatakan bahwa laporan resmi menyembunyikan jumlah korban tewas dan motif pelaku.

Seorang warga setempat dengan nama samaran Chang Tian mengatakan bahwa pelaku melakukan penyerangan di depan toko teman masa kecilnya. Temannya mengirimkan video kejadian dan menceritakan kronologi peristiwa tersebut.

Chang Tian mengatakan bahwa 22 Mei adalah hari pasar di daerah itu dan polisi lalu lintas sedang melakukan razia kendaraan. Pelaku disebut memiliki dendam lama dengan polisi lalu lintas dan sengaja datang untuk membalas dendam.

“Pisau yang dia bawa bukan hanya dua, tetapi empat atau lima bilah, semuanya sudah diasah. Membunuh polisi lalu lintas memang sudah direncanakan, dia datang langsung untuk menyerang polisi,” kata Chang Tian. “Setelah menikam orang, dia terus lari. Jalanan penuh darah, dia benar-benar kalap.”

 “Pengumuman resmi itu palsu. Faktanya satu polisi lalu lintas meninggal karena ditusuk di jantung, dan seorang pengemudi ojek motor liar juga meninggal. Ada enam orang terluka,” ujarnya. 

Chang Tian juga mengungkapkan bahwa pelaku sempat melarikan diri ke sebuah supermarket yang sudah tutup dan menyandera seorang wanita. Belakangan ibu pelaku datang ke lokasi dan membujuk anaknya menyerahkan diri sebelum akhirnya dibawa pergi oleh polisi.

Ia juga mengatakan bahwa polisi lalu lintas di daerah itu memang sering memberikan denda yang cukup besar, tetapi menurutnya motif pelaku kemungkinan bukan sekadar karena denda.

“Bahkan jika tidak ada alasan khusus lainnya, hanya berdasarkan aksi balas dendam yang direncanakan saja, hukumannya pasti hukuman mati,” ujarnya.

Ia juga mengatakan setelah kejadian, aparat mengerahkan pasukan khusus dan polisi bersenjata ke lokasi.

“Bayangkan saja seberapa seriusnya sampai pasukan khusus diturunkan,” katanya.

Pada  22 Mei pagi sekitar pukul 08.00, seorang warga bermarga Li membawa anaknya ke Kota Wushi untuk berobat. Karena antrian rumah sakit sangat panjang, ia merasa beruntung tetap berada di rumah sakit dan tidak berjalan-jalan di jalanan, karena jika tidak kemungkinan besar ia akan bertemu kejadian tersebut.

Setelah selesai berobat, Li melewati lokasi kejadian dan melihat garis polisi telah dipasang, sementara darah terlihat berceceran di banyak tempat. 

 “Pokoknya dari satu sisi jalan itu sampai ke sisi seberangnya, semuanya terjadi sambil menusuk orang,” ujarnya. 

Li mendengar dari warga lain bahwa “ada seorang lansia yang ditusuk di dada, seorang pengemudi ojek juga terluka parah, dan beberapa polisi ditikam. Lansia itu kemungkinan kondisinya sangat kritis karena wajahnya langsung berubah pucat saat roboh. Ada juga yang mengatakan usus seseorang sampai keluar, tidak tahu apakah itu pengemudi ojek tadi.”

“Beberapa polisi mencoba menangkapnya bersama-sama, tapi dia berhasil kabur dan malah menusuk polisi,” kata Li. 

“Belakangan ibunya datang, baru dia berhasil ditangkap. Dia sempat bersembunyi di supermarket pakaian milik orang lain.”

Reporter juga menemukan bahwa beredar berbagai versi cerita mengenai insiden ini. Seorang netizen menulis di kolom komentar bahwa:  “Pria itu minum alkohol pagi-pagi lalu bertengkar dengan seorang pengemudi motor penarik penumpang. Dia kemudian menusuk pengemudi itu dengan dua pisau. Warga lalu melapor ke polisi lalu lintas. Setelah polisi datang, beberapa polisi juga ditikam. Pelaku baru berhasil ditangkap sekitar pukul 12 siang.”

Terlepas dari banyaknya versi yang beredar, kejadian ini dianggap mencerminkan meningkatnya rasa ketidakpuasan, kecemasan, dan kemarahan di kalangan masyarakat bawah di Tiongkok.

Ada juga netizen yang berkomentar:  “‘Pembantaian ala Xianzhong’ kini berubah menjadi ‘Pemberontakan ala Huang Chao’; akhirnya parang itu diarahkan kepada orang dalam sistem sendiri.”

Sumber : NTDTV.com


Artikel Asli

Lanjut baca:

thumb
Muhamad Lutfi Ali gagal ke puncak klasemen JAPFA FIDE Rated
• 13 jam laluantaranews.com
thumb
Hasil TKA Jenjang SD-SMP Diumumkan Jam 1 Siang, Bisa Cek di Sini
• 7 jam laluviva.co.id
thumb
Inovasi Muda Dorong Penguatan Inovasi Daerah di Majalengka
• 11 jam lalumetrotvnews.com
thumb
Diduga Lecehkan Bocah di Tangsel, Pria Mabuk Babak Belur Dipukuli Warga
• 15 jam laluokezone.com
thumb
Pemerintah Kucurkan Rp100,16 Triliun untuk Pemulihan Permanen Pasca Bencana di Sumatera
• 12 jam lalutvonenews.com
Berhasil disimpan.