Rektor UIN Alauddin Makassar Prof Hamdan Khatib Salat Iduladha 1447 H di Masjid Istiqlal Jakarta

tribuntimur.com
7 jam lalu
Cover Berita

TRIBUN-TIMUR.COM - Rektor UIN Alauddin Makassar, Prof Hamdan Juhannis akan menjadi khatib salat Iduladha 1447 H di Masjid Istiqlal, Jakarta, Rabu (27/5/2026).

“Yang akan bertindak selaku khatib nanti insyaallah Prof. Dr. Hamdan Juhannis, Rektor UIN Alauddin Makassar. Beliau adalah alumni McGill University, Montreal, Kanada, dan juga seorang kiai,” kata Menteri Agama, Prof Nasaruddin Umar dalam konferensi pers di Masjid Istiqlal, Jakarta Pusat, Senin (25/5/2026).

“Kemudian imamnya ialah Ustaz Ahmad Anshoruddin, imam rawatib tetap di Masjid Istiqlal. Beliau adalah salah seorang alumni terbaik Universitas PTIQ Jakarta,” ujar dia lebih lanjut.

Tema Iduladha di Masjid Istiqlal pada tahun ini, yakni “Meneguhkan Spirit Qurban, Merawat Alam dan Kemanusiaan”.

Hamdan dan Nasaruddin sama-sama guru besar dan ulama dari Bone, Sulawesi Selatan.

Hamdan lahir di Mallari, sebuah desa di Kabupaten Bone, Sulawesi Selatan, pada tanggal 31 Desember 1970; sedangkan Nasaruddin lahir di Ujung, Bone, pada tanggal 23 Juni 1959.

Ayahnya meninggal ketika usia Hamdan masih belia.

Ibunya seorang buta huruf yang juga single parent yang bekerja sebagai penenun kain sarung sutra yang menjadi tulang punggung untuk menghidupi empat anaknya.

Meski berasal dari keluarga yang kurang mampu tetapi Hamdan bertekad untuk menjadi orang yang berpendidikan.

Ia sekolah sambil menjual roti pawa (bakpao), semasa kuliah ia sambil menjadi buruh bangunan untuk membiayai kuliah dan keperluan hidup.

Tekad dan kegigihan menghantarkannya meraih gelar strata 1 atau sarjana di IAIN Aluddin Ujung Pandang, memperoleh beasiswa masternya di Islamic Studies Universitas McGill Montreal, Quebec Canada dan Ph.D atau S3 South East Asian Studies Australian National University ANU Canberra.

Sampai akhirnya dia menjadi seorang akademikus mendapat gelar Profesor pada usia kurang dari 40 tahun dan kini menjadi seorang rektor.

Kondisi tersebut tidak membuat patah semangat Hamdan kecil dalam melawan takdirnya, dengan hidup yang sangat terbatas menjadi motivasi tersendiri bagi seorang Hamdan dalam mencapai cita-citanya.

Saat usia 37 tahun, Hamdan dinobatkan sebagai guru besar di Universitas Islam Negeri Alauddin Makassar (UINAM) sekaligus sebagai guru besar termuda. (*)

 

 


Artikel Asli

Lanjut baca:

thumb
Hery Susanto dan Yeka Tersandung Kasus Korupsi, Ombudsman Janjikan Pembenahan Total
• 26 menit lalukompas.id
thumb
Pemerintah Tetapkan PPh Final 1,5 Persen untuk Penulis di Indonesia
• 1 jam lalusuarasurabaya.net
thumb
Sidang Kasus Korupsi Eks Dirut PGN Hadirkan Pemeriksaan Saksi
• 1 jam laludetik.com
thumb
Kisah Pilot Presiden RI: Pilot & Instruktur 777 Perempuan Termuda di Dunia
• 3 jam lalukumparan.com
thumb
Pangdam I/BB Tinjau Pembangunan Jembatan Perintis Sungai Hou di Nias
• 4 jam lalumediaapakabar.com
Berhasil disimpan.