Kehadiran maskot ini memperpanjang tradisi panjang pemasaran dan identitas visual turnamen empat tahunan milik FIFA. Sejarah mencatat tradisi ini dimulai sejak kemunculan World Cup Willie, seekor singa berkostum bendera Britania Raya pada Piala Dunia 1966 di Inggris.
Baca Juga :
Imbas Wabah Ebola, AS Terapkan Aturan Ketat untuk Timnas KongoSejak era tersebut, karakter unik selalu sukses menjadi simbol diplomasi sepak bola global, seperti ayam jantan Footix pada edisi Prancis 1998 hingga macan tutul Zakumi milik Afrika Selatan pada 2010.
Untuk edisi Piala Dunia 2026, keunikan tersaji karena menghadirkan tiga karakter pencinta sepak bola dengan latar belakang cerita yang berbeda.
Maple: Rusa Kanada
Negara Kanada diwakili oleh karakter rusa besar bernama Maple the Moose. FIFA menggambarkan Maple sebagai sosok seniman jalanan sekaligus penjaga gawang andal yang merepresentasikan nilai kreativitas, kepemimpinan, dan keberagaman budaya masyarakat Kanada.
Zayu: Jaguar Meksiko
Sementara itu, warisan budaya dan semangat hidup masyarakat Meksiko diwujudkan melalui karakter Zayu the Jaguar. Berasal dari habitat hutan di selatan Meksiko, Zayu digambarkan sebagai penyerang lincah yang penuh energi.
Karakter ini membawa misi untuk merayakan tradisi kuliner, tarian, serta menyebarkan pesan persatuan dan kebahagiaan ke penjuru dunia.
Clutch: Elang Amerika
Melengkapi trio pelaksana turnamen, Amerika Serikat memperkenalkan Clutch the Bald Eagle sebagai maskot resminya. Karakter elang botak ini memegang peran sebagai pemain gelandang yang memiliki jiwa kepemimpinan alami dan semangat petualangan tanpa batas.
Baca Juga :
Drama Politik Piala Dunia 2026: Presiden Meksiko Sambut Iran, AS MenolakMelalui karakter Clutch, Amerika Serikat ingin menyatukan masyarakat global lewat optimisme, olahraga, serta pembawaan energi yang positif sepanjang turnamen berlangsung.
(Ahmad Raul)
Cek Berita dan Artikel yang lain di
Google News
(ASM)





