Tak Ada Lagi Cemas di Ruang Kelas: Selamat Tinggal Surat Peringatan Tunggakan SPP

kompas.com
1 jam lalu
Cover Berita

JAKARTA, KOMPAS.com - Suasana siang di SMK Bina Nusa Mandiri, Ciracas, Jakarta Timur, tampak berjalan seperti biasa.

Aktivitas belajar mengajar berlangsung di ruang-ruang kelas, sementara para siswa sibuk mengikuti pelajaran sesuai jurusan masing-masing.

Namun, ada satu hal yang kini berbeda dirasakan sebagian besar siswa maupun pihak sekolah: kekhawatiran soal tunggakan biaya pendidikan perlahan mulai hilang sejak program sekolah swasta gratis (SSG) diterapkan Pemerintah Provinsi Jakarta.

Baca juga: Program Sekolah Swasta Gratis DKI Disambut Antusias, SMP Strada Pelita Pejompongan Kebanjiran Pendaftar

Sebelum program itu berjalan, persoalan tunggakan biaya sekolah menjadi hal yang akrab di lingkungan sekolah swasta, termasuk di SMK Bina Nusa Mandiri.

Wakil Kepala Sekolah SMK Bina Nusa Mandiri Muhammad Yudistira mengatakan, sebagian besar siswa di sekolah tersebut berasal dari keluarga menengah ke bawah.

Kondisi ekonomi keluarga kerap membuat orangtua mengalami kesulitan membayar biaya pendidikan.

Baca juga: Pemprov DKI Fokus Evaluasi, Jumlah Sekolah Swasta Gratis Belum Ditambah pada 2027

"Sebelum ada SSG, swasta udah pasti bayar ya, setiap bulannya SPP dan sebagainyalah itu udah pasti bayar, kalaupun kesulitan memang banyak, karena kan memang di sini banyak yang menengah ke bawah banyak juga," ungkap Yudistira saat ditemui Kompas.com di sekolah, Selasa (26/5/2026).

Menurut dia, tunggakan pembayaran sekolah bukan persoalan baru.

Meski demikian, pihak sekolah tetap memberikan toleransi agar siswa tetap bisa melanjutkan pendidikan hingga lulus.

Baca juga: Sekolah Swasta Gratis di Jakarta Diduga Masih Pungut Biaya, Sanksi Tegas Menanti

"Sebelum SSG ini banyak kok yang menunggak. Gitu, banyak sekali yang menunggak. Tapi kita kasih kebijakan, tetap berjalan sampai lulus, gitu," jelasnya.

Program sekolah swasta gratis juga mengubah rutinitas pihak sekolah.

Jika sebelumnya wali kelas harus rutin mengingatkan pembayaran kepada orangtua siswa melalui surat peringatan, kini hal itu tidak lagi dilakukan.

Baca juga: Ada Aduan, Disdik Jakarta Larang Sekolah Swasta Gratis Pungut Biaya

"Sangat meringankan, kalau dulu waktu belum ada SSG, melalui wali kelas kita kasih surat mengingatkan ya, biaya SPP segala macam gitu. Ya," ungkap Yudistira.

"Kalau sekarang itu enggak perlu, sudah enak, orang tua juga udah enggak perlu mikirin biaya sekolah. Terus enggak perlu mikirin ada surat untuk membayar ini itu," lanjut dia.

Yudistira menjelaskan, program sekolah swasta gratis diberikan penuh kepada seluruh siswa yang memiliki KTP Jakarta.

.ads-partner-wrap > div { background: transparent; } #div-gpt-ad-Zone_OSM { position: sticky; position: -webkit-sticky; width:100%; height:100%; display:-webkit-box; display:-ms-flexbox; display:flex; -webkit-box-align:center; -ms-flex-align:center; align-items:center; -webkit-box-pack:center; -ms-flex-pack:center; justify-content:center; top: 100px; }

Baca juga: Pramono Bakal Tindak Tegas Sekolah Swasta Gratis yang Masih Tarik Bayaran


Artikel Asli

Lanjut baca:

thumb
Ada Peningkatan Kuota SNBT-UTBK 2026, Universitas Hasanuddin Terima 5.848 Mahasiswa Baru
• 22 jam laluharianfajar
thumb
Wamentan tegaskan impor pangan ditekan lewat produksi dalam negeri
• 11 jam laluantaranews.com
thumb
Spanyol Umumkan Skuad Piala Dunia, tak Ada Pemain Real Madrid yang Dipanggil
• 20 jam lalurepublika.co.id
thumb
Presiden Iran Perintahkan Pemulihan Internet Usai Gelombang Protes Nasional
• 8 jam lalupantau.com
thumb
Banyak Pemotor Naik Flyover Pesing Jakbar, Sudinhub: Berbahaya, Sering Kecelakaan
• 5 jam lalukompas.com
Berhasil disimpan.