Kamar Dagang dan Industri (KADIN) DIY menggelar acara “20 Tahun Refleksi Gempa DIY” bertema Solidaritas dan Kebersamaan di Poenokawan Café & Resto, Yogyakarta, Senin malam (25/5).
Dalam refleksi tersebut, KADIN DIY mengenang kembali keterlibatannya dalam pemulihan ekonomi masyarakat, termasuk melalui pendampingan UMKM pascagempa 27 Mei 2006.
Wakil Ketua Umum Koordinator Bidang 1 KADIN DIY, Robby Kusumaharta, mengatakan koordinasi penanganan dilakukan segera setelah gempa terjadi. Menurutnya, sehari setelah bencana, KADIN DIY langsung berkoordinasi dengan Pemerintah Daerah DIY melalui Bayudono yang saat itu menjabat Kepala Bappeda DIY.
“Pada saat terjadi gempa bumi tahun 2006, sehari setelah kejadian langsung berkoordinasi dengan Pemda DIY melalui pak Bayudono selaku Kepala Bappeda DIY saat itu,” ungkap Robby dalam sambutan mewakili Ketua Umum KADIN DIY, Senin (25/5).
Robby menyebut keterlibatan KADIN DIY saat itu mendapat respons positif dari pemerintah daerah, termasuk dukungan fasilitasi ruang kesekretariatan untuk rapat koordinasi. Menurutnya, salah satu fokus yang dijalankan KADIN DIY adalah membantu pemulihan sentra ekonomi masyarakat melalui pendampingan UMKM.
“KADIN DIY berperan strategis sebagai motor penggerak pemulihan ekonomi dan pendampingan UMKM pascagempa,” jelas Robby.
Ia mengatakan pendampingan tersebut dilakukan melalui bantuan modal, pelatihan, dan dukungan akses pasar agar aktivitas usaha masyarakat dapat kembali berjalan.
Selain itu, KADIN DIY bersama jaringan pengusaha juga disebut menggalang dana dan menyalurkan bantuan logistik darurat, mulai dari perlengkapan tenda pengungsian, penyediaan air bersih, hingga bantuan sandang yang berasal dari produksi UMKM lokal.
Robby juga menyatakan pengalaman dan model mitigasi pascabencana yang diterapkan KADIN DIY pada 2006 kemudian dijadikan cetak biru kelembagaan. Menurutnya, pengetahuan dan pengalaman tersebut terus dibagikan untuk mendukung proses pemulihan di wilayah terdampak bencana lainnya di Indonesia.
Dalam acara itu, Bayudono mengatakan dirinya saat itu mendapat tugas dari Gubernur DIY untuk mengoordinasikan penanganan dan pemulihan pascagempa.
Menurutnya, Bappeda DIY memimpin koordinasi dukungan pemulihan dan penanggulangan darurat sekaligus menyusun Rencana Aksi Pascagempa serta buku profil kebencanaan sebagai media Pengurangan Risiko Bencana (PRB) di DIY.
Acara dihadiri sekitar 125 tamu yang terdiri dari pengurus KADIN DIY, unsur pemerintah, akademisi, relawan, dan tokoh masyarakat. Kegiatan diawali doa bersama yang dipimpin enam pemuka agama dan ditutup dengan pemotongan tumpeng yang diserahkan kepada perwakilan pemuka agama yang hadir.





