Grid.ID - Kejadian memilukan yang menimpa Calvin Dores, anak mendiang musisi legendaris Deddy Dores, menjadi alarm keras bagi masyarakat. Calvin dilarikan ke Rumah Sakit dr. Suyoto, Bintaro, Jakarta Selatan, pada Senin (25/5/2026) akibat mengalami serangan jantung mendadak.
Ambruknya kondisi fisik Calvin di usia produktif tidak hanya mengungkap realitas rapuhnya kesehatan fisik akibat gaya hidup yang keliru, tetapi juga menyoroti kejamnya tekanan sosial dari netizen.
Pihak keluarga, khususnya sang tante, Doris, akhirnya buka suara. Ia membeberkan bahwa pasca-kejadian ini, Calvin harus menjalani diet ketat dan perubahan gaya hidup secara total demi mencegah serangan jantung susulan. Kebiasaan mengonsumsi kafein berlebih dan merokok harus dihentikan.
"Yang pasti sih karena dia jagoan rokok ya, nggak boleh merokok lagi. Nggak boleh ngopi, dia jagoan ngopi," kata Doris kepada Grid.ID di Rumah Sakit dr. Suyoto, Bintaro, Jakarta Selatan, Selasa (26/5/2026).
Selain rokok dan kopi, kebiasaan begadang yang sering dilakukan Calvin karena tuntutan pekerjaan malam hari juga menjadi sorotan tajam keluarga.
"Dia jagoan bergadang, nggak boleh bergadang lagi," imbuh Doris.
Sebelum fisiknya ambruk akibat serangan jantung, Calvin sempat berada di titik nadir keputusasaan secara mental. Ia dihantam kesulitan ekonomi yang parah, kesulitan memenuhi biaya hidup harian, hingga puncaknya harus mencari uang dalam jumlah besar demi membiayai pengobatan sang ibu, Dagmar Clara, yang menderita sakit jantung.
Dalam kondisi terdesak tersebut, Calvin sempat berpikir ekstrem dengan berniat menjual salah satu bola matanya seharga Rp 350 juta. Bukannya simpati, keputusan nekat tersebut justru memanen hujatan dan tudingan miring dari netizen yang menganggapnya hanya mencari sensasi.
Tekanan mental dari komentar negatif netizen diakui keluarga turut memperburuk kondisi stres Calvin, yang pada akhirnya memicu serangan jantung. Doris pun memberikan pesan edukasi menohok untuk para netizen.
"Tuhan kasih kita tangan dua untuk apa? Untuk tutup telinga. Kita bisa tutup telinga tapi kita nggak bisa nutup mulutnya orang," ujar Doris.
Ia pun meminta publik untuk tidak mudah menghakimi atau mengarang cerita negatif mengenai kehidupan seseorang yang tidak mereka ketahui secara utuh.
"Tak kenal jangan mengarang, karena yang tahu tuh kita," tegas Doris.
Pengalaman Calvin Dores memberikan pelajaran berharga bahwa kesehatan fisik dan mental saling berkaitan. Calvin pun mengungkap perihal getir kehidupannya.
"Kerja tuh hanya bisa untuk bertahan, bukan untuk merubah hidup," pungkas Calvin.(*)
Artikel Asli




