Nyeri sendi, sariawan berulang, rambut rontok, atau muncul ruam di kulit sering dianggap sebagai keluhan sehari-hari. Banyak orang mengira kondisi tersebut hanya karena kelelahan, alergi, atau kurang istirahat.
Padahal, gejala-gejala itu juga bisa menjadi tanda lupus, penyakit autoimun kronis yang dapat menyerang berbagai organ tubuh. Karena gejalanya berbeda-beda pada tiap orang, lupus bahkan dijuluki sebagai “penyakit seribu wajah”.
Menurut Dokter Spesialis Penyakit Dalam Konsultan Reumatologi, dr. Sandra Sinthya Langow, SpPD-KR, lupus dapat muncul dengan gejala yang berbeda pada setiap pasien.
Ada yang mengalami gangguan pada kulit dan sendi, namun ada juga yang terkena pada darah hingga ginjal.
“Pada orang A mungkin di kulit dan sendi, yang lain bisa pada darah dan ginjal,” ujar dr. Sandra dalam acara Hari Lupus Sedunia bersama AstraZeneca Indonesia di Jakarta Selatan, Selasa (26/5).
Gejalanya Sering Mirip Penyakit LainSalah satu alasan lupus sering terlambat didiagnosis adalah karena gejalanya menyerupai penyakit yang umum ditemukan sehari-hari.
Contohnya, nyeri sendi pada pasien lupus sering dianggap hanya kelelahan, cedera, atau asam urat. Sementara trombosit yang turun kerap disangka sebagai demam berdarah berulang.
Tak hanya itu, ruam kulit di wajah atau bagian tubuh lain juga sering dianggap alergi, jerawat, atau gangguan kulit biasa.
“Oleh karena gejala itu sangat menyerupai dengan gejala-gejala yang lanjut ditemukan sehari-hari, sehingga terjadi keterlambatan diagnosis,” sambungnya.
Wanita Muda Perlu Lebih WaspadaMeski gejala lupus bisa berbeda-beda, ada beberapa tanda awal yang umum muncul, terutama pada wanita muda atau usia produktif.
Beberapa di antaranya adalah:
-Nyeri sendi
-Rambut rontok berlebihan
-Sariawan berulang
-Kelainan atau ruam pada kulit
Menurut dr. Sandra, kombinasi gejala tersebut perlu diwaspadai, apalagi jika muncul berulang atau bersamaan.
“Jadi hati-hati kalau wanita muda mengalami ini, segera datang ke dokter periksakan sebelum terjadi gangguan organ,” tutupnya.




