PT Kawasan Industri Terpadu Batang atau KEK Industropolis Batang melakukan diplomasi untuk meraih investasi intensif dari Eropa, utamanya di Austria, Slowakia, dan Belanda.
Direktur Utama PT Kawasan Industri Terpadu Batang, Ngurah Wirawan, menegaskan bahwa hasil nyata dari Eropa ini membuktikan bahwa KEK memiliki daya tawar yang sangat tinggi di panggung global. Ia berharap, kerja sama tersebut mampu menciptakan kawasan industri pintar, hijau, dan beradab.
"Kehadiran para mitra strategis dari Austria, Slowakia, dan Belanda ini tidak hanya membawa aliran kapital asing, melainkan sebuah transfer teknologi tinggi yang masif dan jaminan peningkatan kelas sosial bagi masyarakat lokal melalui jalur edukasi vokasi," ujar Ngurah dalam keterangannya, Selasa (26/5).
Sekretaris Jenderal Dewan Nasional Kawasan Ekonomi Khusus, Edwin Manansang, menyatakan bahwa pencapaian KEK Industropolis Batang di Eropa merupakan standar baru bagi pengembangan kawasan ekonomi di Indonesia. Menurutnya, pemerintah memberikan dukungan penuh terhadap akselerasi yang ditunjukkan oleh KEK Industropolis Batang.
Edwin menjelaskan, komitmen vokasi internasional dan infrastruktur hijau ini adalah implementasi fasilitas fiskal dan non-fiskal yang diberikan negara yang mampu dikonversi menjadi daya saing global yang memikat investor kelas dunia.
"Melalui keberhasilan ini, KEK Industropolis Batang kini berdiri tegak sebagai destinasi investasi paling seksi di Asia Tenggara yang siap menyongsong fajar baru industri berkelanjutan dunia," jelasnya.
Komitmen yang diraih di antaranya mencakup pendirian pusat pelatihan vokasi, transformasi teknologi energi net-zero, jaminan pembiayaan infrastruktur pintar, hingga penguatan koridor logistik transnasional, sehingga diharapkan menempatkan Indonesia di posisi tawar tertinggi dalam rantai pasok dunia.
Selain itu, saat bertemu Kamar Dagang Austria atau Wirtschaftskammer Österreich, EEE Group, dan ANDRITZ Hydro, KEK Industropolis Batang membuka peluang pemanfaatan skema Austrian Soft Loan. Hal ini untuk mendirikan Vocational Training Centre berskala internasional di atas lahan seluas 7 hektare di dalam kawasan.
Nantinya, kawasan tersebut akan mentransformasi ribuan talenta lokal dari sektor agrikultur tradisional menuju disiplin industri modern, seperti teknisi kelistrikan modern, elektronika canggih, hingga pengelasan tingkat lanjut untuk memenuhi langsung kebutuhan spesifik para penyewa kawasan.
KEK Industropolis Batang bersama KBRI Bratislava juga melakukan penandatanganan kerja sama untuk membuka akses terhadap pendanaan global berskema government-backed yang bankable. Tujuannya untuk pembangunan infrastruktur pintar dan utilitas kawasan.




