LPS Simpan Dana Jaminan Rp280 Triliun untuk Jaga Stabilitas Perbankan Nasional

idxchannel.com
2 jam lalu
Cover Berita

LPS memastikan kesiapan dalam menjaga stabilitas perbankan nasional dengan menyiagakan dana cadangan mencapai Rp280 triliun.

LPS Simpan Dana Jaminan Rp280 Triliun untuk Jaga Stabilitas Perbankan Nasional. (Foto: iNews Media Group)

IDXChannel - Lembaga Penjamin Simpanan (LPS) memastikan kesiapan dalam menjaga stabilitas perbankan nasional dengan menyiagakan dana cadangan mencapai Rp280 triliun.

Akumulasi dana yang sangat masif ini disiapkan sebagai jaminan bagi seluruh deposan di tanah air agar tetap merasa aman menyimpan dana mereka di perbankan formal. 

Baca Juga:
LPS Bayar Rp304 Miliar untuk Klaim Penjaminan Nasabah BPR

Keberadaan likuiditas yang melimpah ini diharapkan menjadi instrumen vital dalam meredam potensi guncangan sistem keuangan di tengah dinamika pasar global yang kian tak menentu.

Ketua Dewan Komisioner LPS, Anggito Abimanyu, menegaskan bahwa posisi finansial lembaga yang dipimpinnya saat ini berada pada level yang sangat tangguh untuk memitigasi risiko. Upaya penguatan cadangan dana dilakukan secara konsisten guna menjamin kepercayaan publik tetap berada pada level tertinggi meskipun terjadi perlambatan ekonomi. 

Baca Juga:
LPS Tegaskan Simpanan Masyarakat di Bank Tak Terpengaruh Konflik Geopolitik

Menjaga stabilitas perbankan nasional merupakan komitmen jangka panjang LPS dalam mengawal sektor keuangan agar tetap adaptif menghadapi berbagai skenario buruk di masa depan.

"Di balik ketangguhan itu, LPS juga sudah memiliki dana yang cukup, kami sekarang telah mengakumulasi dana 280 triliun, 280 triliun yang menjamin kepercayaan deposan tetap berada di level tertinggi," ujar Anggito dalam seminar nasional di Lembaga Ketahanan Nasional, Jakarta, Selasa (26/5/2026).

Baca Juga:
Tingkatkan Akurasi Data Penjaminan Perbankan, LPS Siapkan Teknologi Core Sistem

Anggito menjelaskan bahwa fondasi ekonomi Indonesia saat ini berdiri di atas pijakan yang jauh lebih kokoh dibandingkan dengan masa-masa krisis hebat pada 1998 silam. 

Sebagai saksi sejarah sekaligus pelaku yang terlibat langsung dalam penanganan krisis lintas dekade, ia meyakini realitas pertumbuhan ekonomi saat ini didukung oleh data objektif yang valid.

Kemajuan ini terlihat dari angka pertumbuhan ekonomi kuartal I-2026 yang menyentuh angka 5,61 persen, sebuah lonjakan drastis dari kondisi kontraksi masa lalu.

(Febrina Ratna Iskana)


Artikel Asli

Lanjut baca:

thumb
Rutinitas Wajib Nikita Willy setelah Mandi, Cuma Butuh Waktu 5 Menit
• 2 jam lalugrid.id
thumb
Sapi Nyemplung Sungai di Benowo Surabaya, Tim DPKP Turun Tangan
• 3 jam lalusuarasurabaya.net
thumb
Sarifah Ainun: Indonesia Masih Jadi Pengguna AI, Bukan Pengembang
• 1 jam lalupantau.com
thumb
Laporan: Israel-AS akan Cabut Hak Perwalian Yordania Atas Masjid Al-Aqsa
• 14 jam lalurepublika.co.id
thumb
Video Pembubaran Ibadah Jemaat GMS Bantul oleh Ormas Viral di Media Sosial, Kesbangpol Ungkap Kronologi Kejadian
• 23 jam lalutvonenews.com
Berhasil disimpan.