JAKARTA, DISWAY.ID - Media sosial tengah diramaikan penelitian palsu di konferensi internasional yang dilakukan beberapa warga negara Indonesia (WNI) termasuk Prihantini.
Nama Prihantini muncuat karena terlibat dalam penelitian palsu bersama dua rekannya yakni Rifaldy Fajar dan Rini Winarti.
Kecurangan itu terkuak ketika publik menyoroti paper penelitian mereka yang dinilai janggal.
BACA JUGA:Akun Sosmed Rifaldy Fajar dan Prihantini Hilang usai Viral Diduga Bikin Riset Palsu di ISPPD 2026
Lewat akun Thread @mandharabrasika, kelompok peneliti ini disinyalir mengandalkan generate AI untuk mendapatkan hasil penelitian.
"Risetnya pun palsu! Dibuat dengan AI dan atau fabrikasi data. Risetnya dibuat terlihat sangat hebat. Padahal risetnya tidak pernah ada. Datanya palsu di generate AI, gambar, dan tulisannya juga" jelasnya.
Selain itu, kecurangan ini juga diketahui lewat afiliasi dalam penelitian yang tidak ditemukan di Indonesia.
"Bahkan afiliasinya: Al-BioMedicine Research Group, IMCDS-BioMed Research Foundation, Jakarta, Indonesia tidak ditemukan." pungkasnya.
Kasus ini lantas menuai perhatian masyarakat yang menyoroti kredibilitas penelitian di Indonesia.
Lantas siapa sosok Prihatini? Simak informasi lengkapnya berikut ini.
BACA JUGA:Kebohongan Dugaan Riset Palsu Rifaldy Fajar dan Prihantini Dibongkar Netizen: Malu-maluin Kampus!
Sosok Prihatini Diduga Terlibat Penelitian PalsuMelansir dari laman PDDikti, Prihatini merupakan lulusan Universitas Negeri Yogyakarta (UNY) tahun angkatan 2015-2019.
Selama menempuh pendidikan di bangku kuliah, ia aktif mengikuti berbagai kegiatan penelitian mahasiswa.
Ia juga beberapa kali memperoleh pendanaan riset dari pihak kampus maupun kementerian, serta berhasil meraih Juara 1 Pertamina National Science Olympiad pada bidang Matematika.
Prihantini diketahui menerima program beasiswa LPDP untuk meraih gelar Magister.
- 1
- 2
- »





