TANGERANG, KOMPAS.com - Salah satu penumpang bernama Muslim (31) menceritakan detik-detik perjalanan Commuter Line lintas Duri–Tangerang mendadak terhenti di tengah perjalanan pada Selasa (26/5/2026) sore.
Muslim mengatakan, kereta mendadak berhenti tanpa ada pemberitahuan.
“Tidak ada suara ledakan atau korslet. Tiba-tiba KRL berhenti, lampu dan AC mati,” kata Muslim saat dihubungi Kompas.com, Selasa.
Baca juga: 4 ABK di Jakbar yang Berlayar ke Somalia Suspek Hantavirus
Muslim mengatakan, kereta tiba-tiba berhenti di antara Stasiun Bojong Indah dan Taman Kota pada pukul 16.55 WIB.
Kondisi tersebut membuat sebagian penumpang memilih turun dari kereta. Pasalnya, kondisi di dalam gerbong menjadi gelap dan pengap.
“Penumpang sebagian ada yang turun karena panik,” ucap dia.
Meski demikian, rangkaian KRL yang mengalami gangguan kemudian dievakuasi dengan cara didorong rangkaian lain dari belakang menuju Stasiun Bojong Indah.
Muslim mengatakan, rangkaian yang mengalami gangguan terdiri dari 10 gerbong dan didorong KRL lain dengan jumlah gerbong yang sama.
“Jadi KRL yang 10 kereta mati itu didorong KRL 10 kereta di belakangnya, jadi total 20 gerbong,” jelas dia.
Setelah sempat tertahan cukup lama di jalur, rangkaian akhirnya tiba di Stasiun Bojong Indah sekitar pukul 19.00 WIB.
Baca juga: Istiqlal Terima 61 Sapi Kurban Idul Adha 2026, Dari Prabowo, Gibran dan Megawati
Muslim mengaku telah berpindah ke rangkaian KRL lain untuk melanjutkan perjalanan menuju Stasiun Rawa Buaya.
Diketahui, perjalanan Commuter Line lintas Duri-Tangerang mengalami gangguan dan berhenti mendadak di antara Stasiun Duri dan Stasiun Rawabuaya, Selasa (26/5/2026) pukul 17.05 WIB.
Manager Public Relations KAI Commuter Leza Arlan mengatakan, peristiwa tersebut terjadi akibat adanya gangguan sarana pada salah satu rangkaian kereta dengan nomor perjalanan 1978A relasi Duri-Tangerang di petak jalan.
"Setelah menerima informasi, petugas terkait langsung melakukan koordinasi dan penanganan di lokasi untuk memastikan keselamatan perjalanan serta mempercepat normalisasi operasional perjalanan Commuter Line," ujar Leza dalam keterangan tertulis, Selasa.
Akibat gangguan tersebut, Listrik Aliran Atas (LAA) sempat dipadamkan sehingga jalur hulu Duri-Rawabuaya untuk sementara belum dapat dilalui kereta.
Meskipun begitu, pihaknya melakukan penanganan hingga LAA kembali menyala pada pukul 17.56 WIB.
KOMPAS.com berkomitmen memberikan fakta jernih, tepercaya, dan berimbang. Dukung keberlanjutan jurnalisme jernih dan nikmati kenyamanan baca tanpa iklan melalui Membership. Gabung KOMPAS.com Plus sekarang




