KRL rute Duri-Tangerang sempat mengalami gangguan sore tadi. Banyak warga yang mengalihkan perjalanan untuk bisa pulang ke rumah tepat waktu, atau sekadar menghindari kepadatan penumpang di stasiun.
Salah satunya dilakukan oleh Tsalfa (22). Pekerja swasta di kawasan Sudirman, Jakarta Pusat, ini sehari-hari menggunakan KRL sebagai moda transportasinya. Tsalfa biasanya naik KRL dari Sudirman lalu turun di Stasiun Duri hingga transit dan turun di Stasiun Tangerang.
"Tadi sampai di Sudirman 18.50 WIB dan itu antreannya udah panjang banget dan bakal makan waktu. Antreannya sampai ke depan pintu stasiun," kata Tsalfa saat dihubungi, Selasa (26/5/2026).
Tsalfa mengatakan telah mengetahui KRL Duri-Tangerang mengalami gangguan dari pemberitahuan di media sosial. Namun, ia tetap mencoba pulang dengan menggunakan KRL melalui rute yang biasa ia gunakan.
Saat tiba di Stasiun Sudirman pukul 18.50 WIB, Tsalfa menjelaskan kondisi di lokasi menjadi lebih padat dari biasanya. Antrean penumpang mengular dari pintu masuk hingga padat di gerbong KRL.
Tanpa pikir panjang, Tsalfa lalu memilih pulang dengan kereta bandara. Pertimbangannya, ia masih khawatir jika harus naik KRL dan turun di Stasiun Duri.
"Aku pikir kalau misal transit di Duri sedangkan situasi di Duri masih nggak jelas jam keberangkatannya karena yang aku dengar jalur KA Bandara ikut dipakai. Cuma aku pikir kalau aku transit di Duri dan nungguin kereta yang nggak pasti keberangkatannya, yaudah KA Bandara aja yang seengaknya aku bisa duduk," katanya.
Lewat KA Bandara, Tsalfa akan turun di Stasiun Batu Ceper. Dari sana, ia akan transit lagi ke arah Stasiun Tangerang. Kereta Bandara yang akan ditumpangi Tsalfa berangkat pukul 20.00 WIB dari Stasiun Sudirman.
(ygs/azh)





