Warga yang melihat 'teror pocong' di Jatijajar, Tapos, Depok, Jawa Barat, pada Sabtu (23/5) dini hari, Nabila, membantah informasi tersebut hoaks. Ia menuturkan apa yang dilihatnya benar-benar sosok diduga orang memakai kostum pocong.
Nabila mengaku sempat mengintip dan memotret sosok pocong tersebut dari dalam rumah. Sosok itu masuk lewat pagar samping, lalu duduk di teras.
"(Saya) ngumpet dulu, takut ketahuan. Karena saya lebih takut," kata Nabila, Selasa (26/5).
Nabila mengaku melihat pocong tersebut selama 5 menit. Sosok itu kemudian pergi.
"Bentuknya benar-benar menyerupai pocong, kayak diikat kepalanya. Tapi kainnya kotor," ujar Nabila.
Terjadi Dua KaliNurjan, orang tua Nabila, juga menjelaskan teror pocong sempat terjadi dua kali, yakni pada malam Jumat dan malam Sabtu. Peristiwa pertama sosok pocong itu mengetuk kaca jendela kamar anaknya. Saat itu sang anak sempat melihat pelaku dari ventilasi.
Pelaku yang diduga memakai kostum pocong itu kemudian keluar rumah usai ada pengendara motor yang lewat. Nabila, kata Nurjan, sempat memberanikan diri untuk keluar dan memotret pocong yang pergi menjauh dari rumahnya itu.
"Dia (Nabila) mengintip lagi ada dua juga tapi ke arah berlawanan. jadi totalnya tiga," ujar Nurjan.
Menurut Nurjan, Nabila, sempat melihat salah satu pelaku membawa senjata tajam. Ia menduga senjata itu ditunjukkan untuk menakuti pengendara motor yang lewat.
"Anak aku cerita itu ada motor dia unjukkin supaya motor itu takut. dia menjaga diri dia juga kali," ujarnya.
Peristiwa yang dipotret Nabila, kata Nurjan ada peristiwa kedua. Sosok pocong itu kembali mendatangi rumahnya. Saat itu Nabil melihat pelaku dari balik jendela ruang tengah rumahnya.
Pocong dalam foto yang diambil Nabila tengah duduk di teras rumah. Nurjan mengatakan saat itu pelaku sedang bersembunyi karena ada pengendara motor yang lewat.
"Kejadian kedua. Masuk lagi lewat pagar itu sama. Ngetok pintu, abis ngetok pintu, dia mau berniat matiin ini (listrik), tapi motor lewat, ada dua kali motor lewat. Langsung dia duduk di sini (teras) makanya fotonya diambil posisi dia menghadap ke sana (depan). Anak saya ambil gambarnya dari sini (balik jendela)," ujarnya.
Nabila di peristiwa kedua ini tidak berani lagi untuk keluar rumah.
Nurjan mengaku kecewa karena peristiwa yang dialami anaknya disebut hoaks. Padahal usai kejadian itu, keluarga sampai tidak bisa tidur khawatir pelaku kembali datang dengan niat jahat.
"Kecewa banget karena kan gambar itu bukannya editan. Udah terbukti benar orang itu udah negelihat. Fakta. Kecewanya lagi di grup RT keluar kalau itu hoaks. Babinsa (sebut) juga begitu, hoaks," ujarnya.
Nurjan minta polisi serius dan tidak buru-buru menyebut hoaks. Ia khawatir pelaku memiliki niat jahat.
"Janganlah kalau ada kasus kayak gini memang belum ada korban. Tapi kan kita enggak tahu entah kapan kaya di wilayah lain saya dengar udah ada korban," ujarnya.
"Cobalah jangan dibikin hoaks berita itu. Imbau masyarakat agar lebih hati-hati. Jangan malah dibilang hoaks. Itu kan keamanan untuk warga. Jadi mencemarkan nama baik anak saya juga," tutupnya.
Polisi: Sudah Dicek, Itu EditanSebelumnya, Kasi Humas Polres Metro Depok AKP Made Budi memastikan kasus pocong di Jatijajar adalah hoaks dan hasil editan.
"Kami pastikan pocong yang di wilayah Jatijajar tidak benar. Udah dicek oleh Bhabin Jatijajar adalah hoaks," ujarnya.
"Iya, editan," tambah AKP Made Budi.
Polisi mengimbau warga tidak resah dan tidak serta-merta percaya dengan adanya konten ataupun pemberitaan yang tidak benar. Khususnya dengan pemberitaan pocong yang ada di Kota Depok.
Itu harus segera diklarifikasi ataupun segera dilihat apakah memang pemberitaan tersebut secara detail benar atau tidak.





