JAKARTA, DISWAY.ID - PT Pertamina (Persero) resmi meluncurkan program PMO Academy Excellence sebagai langkah strategis untuk memperkuat kualitas manajemen proyek di lingkungan Pertamina Group.
Meski diluncurkan tanpa banyak sorotan publik, program ini langsung menarik perhatian setelah salah satu talenta terbaiknya berhasil meraih penghargaan bergengsi tingkat perusahaan.
Daniel Hutasoit dari PT Pertamina Patra Niaga dinobatkan sebagai “Best Project Manager” dalam ajang Top Talent Pengelola Proyek Pertamina Group 2025. Penghargaan tersebut diberikan setelah melalui proses seleksi ketat yang melibatkan ribuan proyek di seluruh lini bisnis Pertamina.
Tercatat, sebanyak 1.750 proyek bersaing dalam penilaian tersebut. Proses evaluasi dilakukan secara menyeluruh dengan mempertimbangkan berbagai aspek, mulai dari kompleksitas proyek, performa pelaksanaan, standar keselamatan kerja, hingga inovasi yang dihasilkan selama proyek berjalan.
Program PMO Academy Excellence sendiri digagas oleh Direktorat Logistik dan Infrastruktur Pertamina bersama Direktorat Sumber Daya Manusia (SDM) serta fungsi Health, Safety, Security, and Environment (HSSE). Program ini dirancang untuk menciptakan project manager berstandar global yang mampu mengelola proyek strategis perusahaan secara efektif dan profesional.
Melalui pengembangan kompetensi tersebut, Pertamina menargetkan setiap proyek dapat berjalan tepat waktu, sesuai anggaran, dan tetap berada dalam ruang lingkup kerja yang telah ditetapkan. Selain itu, perusahaan juga mendorong tercapainya target zero downtime dan zero inefficiency melalui penerapan tata kelola perusahaan yang baik.
Komisaris Utama Pertamina, Mochamad Iriawan, menyebut program ini menjadi bagian penting dalam membangun budaya disiplin eksekusi proyek di lingkungan Pertamina Group. Menurutnya, setiap proyek yang dijalankan perusahaan merupakan investasi strategis bagi masa depan bangsa.
“Program ini menjadi langkah penting untuk membangun disiplin dalam pelaksanaan proyek, karena setiap proyek adalah investasi jangka panjang yang memiliki dampak besar bagi perusahaan dan negara,” ujarnya.
Sementara itu, Direktur Utama Pertamina, Simon Aloysius Mantiri, menegaskan dukungan penuh jajaran direksi dan komisaris terhadap pengembangan sumber daya manusia di tubuh Pertamina. Ia menilai kualitas SDM menjadi faktor utama dalam menjaga daya saing perusahaan energi nasional di tengah tantangan global.
Direktur Logistik dan Infrastruktur Pertamina, Jaffee Arizon Suardin, juga memberikan apresiasi atas dukungan holding maupun subholding dalam menjalankan program pengembangan talenta tersebut. Ia optimistis proyek-proyek besar Pertamina di masa depan akan dipimpin oleh sumber daya manusia unggulan yang dipersiapkan secara matang.
Selain Daniel Hutasoit, penghargaan Top 6 Talent Pengelola Proyek Pertamina Group 2025 juga diberikan kepada Achmad Sri Fadli, Triono, Reynold Calvin, Ashabul Kahfi, dan Yupito Prionggo Digdo.
Keberhasilan program PMO Academy Excellence menjadi bukti keseriusan Pertamina dalam meningkatkan kualitas pengelolaan proyek nasional, sekaligus memperkuat transformasi perusahaan menuju standar global di sektor energi dan infrastruktur.





