Pasuruan (beritajatim.com) – Kerawanan tingkat tinggi terus menghantui puluhan ribu buruh industri di wilayah Kabupaten Pasuruan yang saban hari terpaksa bertaruh nyawa di jalanan sepi. Minimnya jaminan keselamatan dari aparat penegak hukum membuat para pekerja shift malam menjadi santapan empuk para komplotan penyamun bersenjata.
Alih-alih memberikan solusi konkret pada sistem pengamanan jalur industri, pihak kepolisian terkesan melimpahkan beban kewaspadaan sepenuhnya kepada para korban. Hal ini memicu kekecewaan mendalam di kalangan pekerja yang merasa ruang publik tidak lagi ramah terhadap keselamatan nyawa mereka.
“Harap saya ke masyarakat lebih hati-hati. Tadi disampaikan juga oleh pelaku bahwa jangan membuat pelaku terpancing mengambil barangnya,” dalih Kapolres Pasuruan, AKBP Harto Agung Cahyono, saat memberikan pernyataan pers terkait maraknya kasus kejahatan jalanan. Pihak kepolisian justru sibuk mengatur tata cara berpakaian warga ketimbang melakukan pembersihan total terhadap kantong-kantong sarang kejahatan.
Para buruh pabrik menyayangkan klaim keberadaan petugas yang dinilai bertolak belakang dengan realitas di lapangan saat dini hari. Faktanya, beberapa jalur utama menuju kawasan industri masih sangat minim sentuhan penjagaan hingga berujung pada hilangnya nyawa warga sipil.
Ketidakmampuan melacak para pelaku kriminal secara cepat juga menjadi rapor merah yang mencoreng profesionalisme korps baju cokelat setempat. Dalih hambatan geografis kerap dijadikan tameng pertahanan ketika publik mendesak penuntasan kasus-kasus pembegalan yang mandek.
“Cuma karena mungkin kondisi mereka masih di luar, jauh, atau mereka sedang masih berhasil untuk menyembunyikan diri,” tambah Harto yang mengakui bahwa para komplotan begal tersebut masih bebas berkeliaran di luar sana. Pernyataan tersebut dinilai semakin mempertegas ketidakberdayaan institusi dalam menjamin rasa aman di wilayah hukumnya sendiri.
Kini, keresahan masyarakat industri terus meluas mengingat belum adanya jaminan perubahan signifikan pada skema pencegahan kejahatan taktis. Evaluasi menyeluruh dari jajaran pimpinan Polda Jawa Timur dirasa sangat mendesak demi membenahi buruknya kinerja pengamanan di Pasuruan.
Masyarakat dan kaum buruh berharap ada tindakan nyata yang lebih agresif dari sekadar patroli formalitas di atas kertas. Jika pembiaran ini terus berlanjut, maka gelombang korban dari sektor pekerja dipastikan akan terus berjatuhan. (ada/kun)



